Akurat

Pasca Didesak Mundur oleh Rais Aam, Gus Yahya Kumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia

Fajar Rizky Ramadhan | 23 November 2025, 12:05 WIB
Pasca Didesak Mundur oleh Rais Aam, Gus Yahya Kumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia

AKURAT.CO Isu pemakzulan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, makin panas. Setelah munculnya dokumen Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU bertanggal 20 November 2025—yang memuat desakan Rais Aam KH Miftachul Akhyar agar dirinya mundur—Gus Yahya justru mengambil langkah yang terbilang taktis: mengumpulkan para Ketua PWNU se-Indonesia.

Pertemuan mendadak itu digelar Sabtu malam, 22 November 2025, di sebuah ruangan di lantai 3 Hotel Navator Samator, Surabaya. Momentum ini seolah menjadi titik krusial dalam dinamika internal PBNU yang tengah menjadi sorotan publik.

Gus Yahya tiba di lokasi sekitar pukul 19.33 WIB seorang diri. Tidak tampak Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) maupun Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mendampingi. Saat ditanya tujuan pertemuan, ia hanya memberi jawaban singkat tapi sarat makna: “Silaturahmi, koordinasi pengurus organisasi.”

Baca Juga: Diminta Mundur dari Kursi Ketum PBNU, Yahya Cholil Sebut Hanya Keputusan Sepihak

Beberapa menit kemudian, ia terlihat makan malam bersama sejumlah pengurus NU daerah. Menjelang pukul 20.28 WIB, acara dimulai secara tertutup. Deretan personel Banser bersiaga di sekitar lokasi, menandakan bahwa situasi internal organisasi sedang dalam mode kewaspadaan penuh.

Hingga kini belum diketahui siapa saja para Ketua PWNU yang hadir. Kerahasiaan pertemuan ini semakin menambah spekulasi bahwa PBNU tengah berada di pusaran dinamika besar yang membutuhkan konsolidasi serius.

Ketika disinggung apakah forum tersebut terkait langsung dengan isu pemakzulan dirinya, Gus Yahya memilih merespons dengan nada tenang. Ia menegaskan bahwa dirinya belum menerima dokumen risalah Syuriyah yang disebut-sebut memuat desakan pengunduran dirinya oleh Rais Aam.

“Saya sendiri belum terima. Tapi lihat nanti apakah ada yang dipersiapkan. Tunggu informasinya ya,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa, setidaknya secara formal, ia masih menahan komentar dan menunggu perkembangan resmi dari jajaran Syuriyah. Di sisi lain, pertemuan dengan para Ketua PWNU memberi sinyal bahwa PBNU tengah memasuki fase konsolidasi besar—mungkin untuk meredam kegaduhan, mungkin pula untuk menyusun langkah strategis menghadapi dinamika internal yang kian memanas.

Baca Juga: Gus Yahya Ngaku Belum Terima Surat Resmi untuk Mundur dari Ketum PBNU

Situasi ini menempatkan NU dalam perhatian nasional. Publik kini menunggu apakah ketegangan ini akan berujung pada rekonsiliasi, restrukturisasi, atau justru babak baru dalam sejarah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.