Akurat

Kian Diminati, Ini Empat Langkah Penting Sebelum Menjalankan Umrah Mandiri

Fajar Rizky Ramadhan | 4 November 2025, 09:00 WIB
Kian Diminati, Ini Empat Langkah Penting Sebelum Menjalankan Umrah Mandiri

AKURAT.CO Tren ibadah Umrah mandiri kini semakin diminati oleh masyarakat Muslim Indonesia. Konsep ini memungkinkan jamaah mengatur seluruh keperluan perjalanan ke Tanah Suci tanpa bergantung pada biro perjalanan haji dan umrah.

Meski masih menimbulkan pro dan kontra, sejumlah komunitas telah membuktikan bahwa pelaksanaan umrah mandiri bisa dilakukan dengan persiapan matang dan pemahaman yang baik terhadap aturan.

Sebelum memutuskan berangkat secara mandiri, ada empat hal utama yang perlu diperhatikan oleh calon jamaah agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan sesuai ketentuan.

Pertama, memastikan kepemilikan paspor. Dokumen ini merupakan identitas internasional yang wajib dimiliki setiap warga negara yang akan bepergian ke luar negeri. Kini, pengurusan paspor bisa dilakukan di kantor imigrasi mana pun tanpa harus sesuai alamat domisili. Hal ini memudahkan calon jamaah yang sedang berada di luar kota atau bertugas di daerah lain untuk mengurus dokumen penting ini.

Kedua, melakukan riset dan pemesanan tiket pesawat secara cermat. Bagi jamaah umrah mandiri, tiket pesawat menjadi komponen biaya terbesar dalam anggaran perjalanan. Karena itu, disarankan melakukan pemesanan jauh hari agar mendapatkan harga terbaik.

Selain harga, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan seperti jumlah transit, reputasi maskapai, serta kepatuhan maskapai terhadap regulasi penerbangan yang berlaku di Arab Saudi.

Baca Juga: Hadiri Pengukuhan GP Ansor Jateng, Gibran: Kita Ingin Cetak Santri Ahli Blockchain, AI, Robotik, dan Biotek

Pemerintah Saudi beberapa kali mengeluarkan larangan terhadap maskapai tertentu, sehingga calon jamaah harus terus memantau informasi resmi agar tidak terkendala saat keberangkatan.

Langkah ketiga adalah bergabung dalam kelompok atau komunitas umrah mandiri. Meskipun disebut “mandiri”, perjalanan ini tetap membutuhkan kerja sama dalam hal administratif dan teknis, terutama dalam pengurusan visa dan akomodasi.

Dengan membentuk grup, jamaah akan lebih mudah mendapatkan layanan Land Arrangement—paket layanan mencakup akomodasi, transportasi lokal, serta fasilitas ibadah selama di Mekah dan Madinah. Kelompok juga membantu efisiensi biaya karena pengurusan visa dan layanan darat biasanya lebih murah jika dilakukan secara kolektif.

Keempat, memastikan semua dokumen dan Land Arrangement telah selesai sebelum keberangkatan. Pengurusan visa umrah menjadi kunci utama kelancaran perjalanan. Kini, visa umrah bisa diurus melalui kerja sama dengan asosiasi resmi atau agen perjalanan yang telah mendapatkan izin dari pemerintah Arab Saudi.

Bagi pemula, disarankan untuk tetap menggandeng mitra berpengalaman agar seluruh proses administratif berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

Selain empat hal pokok tersebut, calon jamaah juga disarankan aktif mencari informasi dari komunitas umrah mandiri yang kini banyak bermunculan di Indonesia. Pengalaman dan studi kasus dari jamaah yang telah berangkat sebelumnya dapat menjadi referensi berharga untuk menghindari kesalahan teknis maupun administratif.

Baca Juga: Bertemu Dubes Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah RI Bahas Persiapan Haji 2026

Pelaksanaan umrah mandiri bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga ujian kesiapan dalam perencanaan, kemandirian, dan tanggung jawab pribadi.

Dengan persiapan matang, pengetahuan cukup, serta jaringan komunitas yang saling mendukung, ibadah umrah mandiri dapat menjadi pengalaman spiritual yang tak hanya hemat biaya, tetapi juga memperkaya jiwa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.