Hari Sumpah Pemuda, Ini 10 Pahlawan Muda Nasional dari Kalangan Ulama

AKURAT.CO Setiap 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai simbol persatuan dan tekad generasi muda untuk memajukan bangsa.
Momen bersejarah ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran para pemuda yang memiliki semangat juang tinggi, kecintaan terhadap tanah air, dan keimanan yang kokoh.
Di antara para tokoh muda yang ikut berjuang, banyak pula yang berasal dari kalangan ulama—mereka bukan hanya pemimpin spiritual, tetapi juga motor penggerak perjuangan rakyat melawan penjajahan.
Ulama muda di masa perjuangan memiliki peran yang sangat penting. Mereka menyatukan nilai keagamaan dan nasionalisme dalam satu semangat jihad fi sabilillah untuk membebaskan bangsa dari penindasan.
Dengan ilmu agama yang mendalam, mereka menanamkan kesadaran akan pentingnya kemerdekaan sebagai bagian dari upaya menegakkan keadilan dan menjaga martabat umat.
Dalam semangat Sumpah Pemuda, sosok-sosok ulama muda tersebut layak dikenang sebagai pahlawan nasional yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: 45 Ucapan Hari Sumpah Pemuda yang Islami dan Penuh Makna
Berikut sepuluh tokoh pahlawan muda dari kalangan ulama yang menginspirasi perjuangan bangsa:
-
KH. Ahmad Dahlan (1868–1923)
Pendiri Muhammadiyah ini dikenal sebagai ulama pembaharu yang menanamkan semangat modernisasi Islam dan pendidikan. Meski wafat sebelum Indonesia merdeka, perjuangan dan pemikirannya melahirkan generasi muda yang berwawasan luas dan cinta tanah air. -
KH. Hasyim Asy’ari (1871–1947)
Pendiri Nahdlatul Ulama ini menanamkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Melalui fatwa “Resolusi Jihad” pada 1945, KH. Hasyim Asy’ari mendorong umat Islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan dasar keimanan dan tanggung jawab moral. -
KH. Abdul Wahid Hasyim (1914–1953)
Sebagai putra KH. Hasyim Asy’ari, beliau menjadi tokoh muda NU yang berperan besar dalam penyusunan dasar negara dan pembentukan Kementerian Agama. Dalam usia muda, beliau menunjukkan kepemimpinan yang matang dan pandangan visioner terhadap hubungan agama dan negara. -
KH. Ahmad Sanusi (1888–1950)
Ulama asal Sukabumi ini aktif melawan penjajah dan memimpin pergerakan rakyat dengan pendekatan dakwah dan pendidikan. Ia mendirikan organisasi Al-Ittihadiyah Islamiyah yang berperan dalam menyadarkan masyarakat untuk mencintai tanah air. -
KH. Zainul Arifin (1909–1963)
Seorang ulama muda sekaligus politisi yang pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia. Dalam masa perjuangan, ia aktif menggerakkan laskar Hizbullah yang beranggotakan para santri untuk melawan penjajahan Belanda dan Jepang. -
KH. Noer Alie (1914–1992)
Dikenal sebagai “Singa Betawi”, KH. Noer Alie adalah tokoh muda yang berjuang dengan tegas di medan perang sambil tetap membimbing umat melalui pesantren. Ia menjadi simbol perjuangan yang memadukan keberanian, keikhlasan, dan keilmuan. -
KH. Mas Mansur (1896–1946)
Sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah, beliau dikenal memiliki semangat pembaruan yang kuat. Ia ikut dalam gerakan pemuda dan terlibat dalam organisasi Putera bersama Soekarno dan Hatta, memperjuangkan kesadaran nasional di kalangan umat Islam. -
KH. M. Yunus Anis (1904–1969)
Tokoh muda Muhammadiyah yang dikenal sebagai pendidik, jurnalis, dan penggerak organisasi. Ia menginspirasi generasi muda untuk mencintai ilmu, berjuang dalam pendidikan, dan menjaga nilai keislaman di tengah modernitas. -
KH. Syam’un (1894–1949)
Pendiri Pesantren Al-Khairiyah di Cilegon ini turut berjuang melawan penjajah dengan mendirikan laskar Hizbullah di Banten. Ia adalah ulama muda yang menggabungkan semangat jihad dan perjuangan kebangsaan secara harmonis. -
KH. M. Anwar Musaddad (1910–1997)
Seorang ulama muda dari Garut yang aktif dalam pergerakan melawan penjajah dan menjadi tokoh penting di Masyumi. Ia berperan besar dalam pendidikan Islam dan menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda pasca-kemerdekaan.
Baca Juga: 40 Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda 2025 untuk Caption Instagram dan WhatsApp
Kehadiran para ulama muda ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia bukan hanya bersifat politik, tetapi juga spiritual. Mereka menjadikan ilmu, iman, dan amal sebagai senjata utama dalam melawan penjajahan.
Dalam konteks Hari Sumpah Pemuda, semangat mereka menjadi teladan bagi generasi masa kini untuk terus berkontribusi bagi bangsa melalui jalan yang damai, berilmu, dan berakhlak mulia.
Perpaduan antara nasionalisme dan nilai-nilai Islam yang mereka wariskan membuktikan bahwa cinta tanah air dan ketaatan kepada Allah bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.
Semangat para ulama muda ini perlu terus dihidupkan agar generasi penerus bangsa tidak hanya tangguh dalam ilmu dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam iman dan moralitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







