Akurat

Tata Cara dan Tips Umroh Mandiri bagi Pemula agar Tidak Bingung

Fajar Rizky Ramadhan | 25 Oktober 2025, 16:22 WIB
Tata Cara dan Tips Umroh Mandiri bagi Pemula agar Tidak Bingung

AKURAT.CO Belakangan ini, istilah “umroh mandiri” ramai diperbincangkan setelah pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci tanpa melalui biro perjalanan.

Meski terlihat lebih praktis, faktanya melaksanakan umroh secara mandiri membutuhkan pemahaman yang matang agar tidak berujung pada kebingungan atau kesalahan administratif.

Berikut panduan dan tips penting bagi pemula yang ingin menjalani umroh mandiri dengan aman dan tertib.

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan legalitas perjalanan melalui sistem resmi yang diakui pemerintah Arab Saudi. Saat ini, sistem digital yang digunakan adalah platform Nusuk, yang dikembangkan oleh otoritas Saudi.

Melalui Nusuk, jamaah dapat mendaftar, memilih paket perjalanan, memesan akomodasi, transportasi, dan mengatur jadwal ibadah sesuai kebutuhan. Platform ini juga mencatat seluruh data jamaah, termasuk visa, tempat menginap, dan durasi tinggal di Makkah dan Madinah.

Kedua, pastikan seluruh dokumen perjalanan sudah lengkap dan valid. Ini meliputi paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, sertifikat vaksinasi meningitis dan COVID-19 (jika masih diwajibkan), tiket pesawat pulang-pergi, serta visa umroh yang dikeluarkan melalui sistem resmi.

Jangan sekali-kali menggunakan jasa tidak resmi atau pihak perantara yang menjanjikan visa instan tanpa dokumen lengkap, karena hal ini berisiko tinggi terhadap keamanan dan legalitas jamaah.

Baca Juga: Tak Terima, Pengusaha Travel Bakal Ajukan Judicial Review Terkait Umrah Mandiri

Ketiga, pilihlah akomodasi yang terverifikasi di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Dalam sistem Nusuk, calon jamaah dapat melihat langsung ulasan dan lokasi hotel yang bekerja sama dengan pemerintah Saudi. Pilih hotel yang sesuai dengan kemampuan finansial namun tetap mempertimbangkan kenyamanan dan akses menuju tempat ibadah.

Keempat, pahami tata cara ibadah umroh sebelum berangkat. Meskipun disebut “mandiri”, ibadah ini tetap menuntut bimbingan spiritual yang benar. Calon jamaah perlu mempelajari rukun, wajib, dan sunnah umroh, termasuk niat ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul.

Banyak materi pembekalan yang dapat diakses melalui kanal resmi Kemenag, media daring, maupun buku panduan umroh. Jika memungkinkan, ikuti bimbingan dari ustaz atau alumni jamaah berpengalaman agar tidak salah dalam pelaksanaan.

Kelima, siapkan diri secara fisik dan mental. Umroh mandiri menuntut kemandirian dalam segala hal—mulai dari keberangkatan, transportasi lokal, hingga menghadapi kondisi padat di Masjidil Haram.

Latih stamina melalui olahraga ringan, konsumsi makanan sehat, dan bawa obat pribadi. Pastikan juga nomor kontak darurat Kedutaan Besar RI di Riyadh atau Konsulat Jenderal RI di Jeddah tersimpan di ponsel.

Keenam, jangan abaikan aspek keuangan. Biaya umroh mandiri bisa lebih murah, namun tetap harus dikelola dengan cermat. Rinci semua pengeluaran seperti visa, tiket, hotel, makanan, dan transportasi lokal. Gunakan mata uang riyal, hindari membawa uang tunai berlebihan, dan manfaatkan kartu debit internasional untuk keamanan.

Ketujuh, jaga etika dan aturan selama berada di Tanah Suci. Gunakan pakaian sopan, hormati sesama jamaah, patuhi jadwal ibadah, dan hindari perilaku yang bisa mengganggu ketertiban. Bagi perempuan, pastikan selalu berkelompok atau berkoordinasi dengan jamaah lain demi keamanan.

Baca Juga: DPR Imbau Travel Haji dan Umrah Tak Panik Soal Aturan Umrah Mandiri

Meski konsep umroh mandiri membuka peluang bagi siapa pun untuk beribadah tanpa perantara, bukan berarti jamaah bisa berangkat tanpa bekal ilmu dan kesiapan. Umroh bukan sekadar perjalanan wisata religi, melainkan ibadah penuh makna yang menuntut niat tulus dan kepatuhan terhadap aturan syariat serta regulasi negara.

Dengan perencanaan matang, kedisiplinan, dan niat ibadah yang benar, umroh mandiri bisa menjadi pengalaman spiritual yang mendalam sekaligus efisien. Namun bagi pemula, tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak berpengalaman atau lembaga resmi agar perjalanan menuju Baitullah berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.