Akurat

80 Tahun RI Merdeka, Begini Peta Agama dan Jumlah Penganutnya di Indonesia

Fajar Rizky Ramadhan | 18 Agustus 2025, 10:00 WIB
80 Tahun RI Merdeka, Begini Peta Agama dan Jumlah Penganutnya di Indonesia

AKURAT.CO Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaan dengan wajah keberagaman yang tetap menjadi kekuatan bangsa. Sejak awal berdiri, negeri ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai keyakinan.

Pemerintah pun secara resmi mengakui enam agama, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, meski di luar itu masih terdapat kepercayaan dan agama leluhur yang hidup di tengah masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2023, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, disusul Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Dengan jumlah penduduk sekitar 281,6 juta jiwa pada 2024, peta keberagamaan ini menjadi salah satu potret nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga: Doa untuk Indonesia di Momen Kemerdekaan, agar Dijauhkan dari Korupsi

1. Islam

Islam tetap menjadi agama mayoritas dengan lebih dari 87% penduduk Indonesia memeluk keyakinan ini. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Muslim terbanyak, yakni sekitar 48,58 juta jiwa.

2. Protestan

Kristen Protestan berkembang sejak abad ke-16 dan kini banyak dianut di kawasan timur Indonesia. Data Kemenag menunjukkan, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan penganut Protestan terbanyak, sekitar 4,1 juta jiwa.

3. Katolik

Masuk melalui Portugis sejak abad ke-16, Katolik memiliki basis kuat hingga kini, terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Provinsi ini tercatat sebagai yang terbanyak penganut Katolik, sekitar 3 juta jiwa.

4. Hindu

Agama Hindu yang berakar dari peradaban Nusantara kuno masih tumbuh kuat, terutama di Bali. Kemenag mencatat jumlah penganut Hindu di Bali mencapai 3,76 juta jiwa.

5. Buddha

Buddha masuk ke Indonesia sejak era kerajaan Sriwijaya hingga Majapahit. Saat ini, umat Buddha umumnya berasal dari etnis Tionghoa dan sejumlah komunitas lain.

6. Khonghucu

Agama yang bersumber dari ajaran Nabi Kongzi ini dianut sebagian masyarakat Tionghoa Indonesia. Data Kemenag menunjukkan, provinsi dengan penganut terbanyak adalah Bangka Belitung, yakni 29.910 jiwa.

Keberagaman ini tidak hanya mencerminkan wajah Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi modal sosial untuk menjaga persatuan.

Di momen HUT ke-80 RI, keberagaman agama kembali diingatkan sebagai fondasi penting dalam membangun bangsa yang damai, adil, dan sejahtera.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.