Cara Islami Menyambut Perayaan HUT RI ke-80

AKURAT.CO Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, semangat nasionalisme kembali menggema di tengah masyarakat.
Di berbagai penjuru negeri, bendera merah putih mulai dikibarkan, jalanan dihiasi umbul-umbul, dan berbagai perlombaan serta kegiatan sosial mulai dirancang.
Dalam momentum penuh syukur ini, umat Islam Indonesia memiliki peran penting dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman.
Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin tidak hanya mengatur aspek ibadah personal, tetapi juga memberikan arahan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Oleh karena itu, menyambut perayaan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dimaknai secara seremonial, melainkan juga sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada bangsa ini.
Baca Juga: Link Download Logo HUT RI ke-80 di Mana? Cek di Sini Segera!
Cara Islami dalam menyambut HUT RI dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan yang bernilai ibadah, edukatif, dan membangun persatuan.
Pertama, umat Islam diajak untuk memperbanyak doa dan rasa syukur kepada Allah atas kemerdekaan yang telah diperoleh bangsa Indonesia.
Mengadakan doa bersama di masjid, mushalla, atau di tengah masyarakat menjadi bentuk pengakuan bahwa segala keberhasilan bangsa, termasuk kemerdekaan, tidak lepas dari kehendak dan pertolongan Allah.
Kedua, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah menjadi kunci penting dalam memperingati kemerdekaan secara Islami.
Kegiatan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, bakti sosial, santunan anak yatim, dan pengajian kebangsaan merupakan langkah konkret yang memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas elemen masyarakat.
Ketiga, umat Islam dianjurkan untuk mengambil momentum ini sebagai sarana refleksi diri dan muhasabah terhadap kontribusi sebagai warga negara. Kemerdekaan bukan hanya hadiah, tetapi amanah.
Dalam perspektif Islam, amanah itu harus dijaga dengan kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan dedikasi yang tinggi.
Maka dari itu, setiap warga Muslim dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa dengan mengedepankan nilai-nilai Islam yang universal, seperti keadilan, kasih sayang, dan anti-korupsi.
Keempat, umat Islam dapat menyambut perayaan kemerdekaan dengan mengenang jasa para pahlawan, khususnya ulama dan tokoh Islam yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan.
Mengkaji kembali kiprah mereka dalam sejarah perjuangan bangsa menjadi penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarahnya.
Banyak ulama seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Buya Hamka, dan lainnya yang tidak hanya berjuang di medan dakwah, tetapi juga di medan perjuangan kemerdekaan.
Kelima, menjaga ketertiban, kesantunan, dan menjauhi kemaksiatan dalam setiap perayaan menjadi prinsip penting dalam etika Islam. Perayaan HUT RI bukanlah ajang hura-hura, apalagi melibatkan hal-hal yang bertentangan dengan syariat seperti pesta minuman keras, musik tanpa batas, atau pakaian yang tidak sopan. Islam mendorong agar perayaan dilakukan dengan adab, semangat, dan hikmah.
Baca Juga: Besok, Presiden Prabowo Luncurkan Logo dan Tema HUT RI ke-80
Umat Islam juga diingatkan agar menjadikan kemerdekaan ini sebagai ladang dakwah dan edukasi publik. Momen HUT RI bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman dalam konteks kebangsaan, seperti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, semangat gotong royong, dan cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
Sebagaimana dalam sebuah hadis yang berbunyi: "Hubbul wathan minal iman", cinta tanah air adalah bagian dari iman. Meski status hadis ini diperdebatkan di kalangan ulama, namun makna dan semangatnya sejalan dengan prinsip Islam bahwa mencintai negeri tempat kita dilahirkan dan berjuang untuk kebaikannya adalah bentuk ibadah yang luhur.
Akhirnya, menyambut HUT ke-80 RI secara Islami adalah upaya menjaga semangat kemerdekaan agar tidak kehilangan arah dan makna. Dengan memperkuat spiritualitas, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan, umat Islam dapat menjadi motor penggerak peradaban yang adil, makmur, dan beradab di tengah masyarakat yang majemuk. Kemerdekaan adalah amanah, dan cara kita merayakannya mencerminkan seberapa besar rasa syukur dan tanggung jawab kita sebagai umat beriman dan warga negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










