Kapan Pelaksanaan Puasa Tasu'a dan 'Asyura?

AKURAT.CO Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Bulan ini tidak hanya termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa.
Di antara puasa yang dianjurkan pada bulan ini adalah puasa Tasu’a dan Asyura. Namun, tidak sedikit umat Islam yang masih bingung tentang kapan tepatnya pelaksanaan kedua puasa tersebut.
Puasa Tasu’a dan Asyura merupakan puasa sunah yang berkaitan dengan tanggal 9 dan 10 Muharram. Kata Tasu’a berasal dari kata Arab "tis‘ah" yang berarti sembilan, sedangkan Asyura berasal dari kata "‘asyarah" yang berarti sepuluh.
Dalam konteks ini, puasa Tasu’a dilakukan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Baca Juga: Mengenal Hari Asyura dan Keutamaannya bagi Umat Islam
Penetapan waktu ini bersumber dari beberapa hadis sahih yang diriwayatkan oleh para ulama. Salah satunya adalah hadis dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang berkata:
حين صام رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عاشوراء، وأمر بصيامه، قالوا: يا رسول الله، إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «فإذا كان العام المقبل إن شاء الله صمنا اليوم التاسع»
Artinya: “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.’ Maka beliau bersabda: ‘Jika aku masih hidup tahun depan, insya Allah aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).’” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ingin menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram sebagai bentuk penyelisihan terhadap kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Namun, berdasarkan riwayat yang ada, Rasulullah wafat sebelum sempat menjalankan puasa Tasu’a pada tahun berikutnya. Meski demikian, para ulama bersepakat bahwa puasa Tasu’a tetap dianjurkan untuk dilaksanakan sebagai penyempurna puasa Asyura.
Dalam kalender tahun 1447 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun 2025 Masehi, berdasarkan hisab yang dirilis oleh lembaga-lembaga resmi seperti Kementerian Agama RI dan ormas-ormas Islam, tanggal 9 Muharram 1447 H jatuh pada hari Selasa, 7 Juli 2025, sedangkan 10 Muharram 1447 H jatuh pada hari Rabu, 8 Juli 2025. Artinya, puasa Tasu’a dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2025 dan puasa Asyura dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2025.
Selain aspek historis dan penanggalan, puasa Asyura memiliki keutamaan spiritual yang tinggi. Dalam hadis sahih disebutkan:
صيام يوم عاشوراء، إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله
Artinya: “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).
Baca Juga: Sejarah Puasa Asyura dalam Islam
Dengan demikian, pelaksanaan puasa Tasu’a dan Asyura bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan bentuk ketaatan dan pengharapan akan ampunan dari Allah.
Di samping itu, puasa ini juga mengandung nilai solidaritas sejarah dengan umat terdahulu, khususnya Nabi Musa ‘alaihis salam yang diselamatkan oleh Allah dari kejaran Fir’aun pada tanggal 10 Muharram, sebagaimana disebut dalam banyak riwayat.
Sebagai penutup, penting bagi umat Islam untuk memahami dasar-dasar syar’i dalam menentukan waktu pelaksanaan ibadah, termasuk puasa sunah Tasu’a dan Asyura.
Pemahaman ini akan membentuk sikap ibadah yang tidak hanya bersandar pada tradisi, tetapi juga dilandasi dengan ilmu dan keyakinan.
Semoga kita semua diberi kemudahan untuk melaksanakan puasa-puasa sunah yang utama ini sebagai bagian dari usaha mendekatkan diri kepada Allah.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










