Doa Akhir dan Awal Tahun dalam Ajaran KH Sholeh Darat

AKURAT.CO Menjelang berakhirnya bulan Dzulhijjah, umat Islam bersiap menyambut datangnya bulan Muharram sebagai awal tahun dalam kalender hijriah.
Tahun baru 1447 Hijriah menjadi momen penting, tidak hanya sebagai penanda pergantian waktu, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merenung, memperbaiki diri, dan memperbanyak doa kepada Allah.
Di tengah perayaan spiritual ini, KH Sholeh Darat, seorang ulama besar dari Jawa Tengah, meninggalkan warisan penting melalui karyanya Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalah.
Dalam kitab tersebut, beliau menegaskan kemuliaan bulan Muharram sebagai awal tahun seluruh umat Islam. Menyambut bulan ini, umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun dan awal tahun, masing-masing pada waktu-waktu yang telah ditentukan.
Doa akhir tahun dibaca pada tanggal 30 Dzulhijjah, setelah salat ashar, sebanyak tiga kali. Dalam penjelasan KH Sholeh Darat, doa ini tidak hanya menjadi bentuk permohonan ampun atas kesalahan di masa lalu, tetapi juga menjadi pelindung dari godaan setan selama setahun ke depan.
Baca Juga: Doa Awal dan Akhir Tahun Baru Islam 1447 H: Menyambut Muharram dengan Harapan dan Introspeksi
Disebutkan bahwa siapa yang membaca doa ini akan terjaga dari gangguan setan bahkan dalam satu jam ke depan, dan dosa-dosanya selama satu tahun akan diampuni oleh Allah.
Sementara itu, doa awal tahun dibaca setelah salat maghrib pada malam pertama bulan Muharram. Doa ini juga dibaca sebanyak tiga kali. Menurut KH Sholeh Darat, barang siapa membacanya dengan sungguh-sungguh, maka setan akan mengakui bahwa orang tersebut telah terlindungi sepanjang tahun.
Allah akan menugaskan dua malaikat untuk menjaga dirinya dari bisikan dan godaan setan. Ini menjadi bentuk penjagaan spiritual yang diyakini sangat kuat dalam tradisi Islam Nusantara.
Lebih jauh, KH Sholeh Darat menjelaskan bahwa doa-doa ini menjadi cerminan sikap pasrah kepada Allah dan bentuk pengharapan agar kehidupan di tahun berikutnya dilimpahi keberkahan, keselamatan, dan kebaikan yang lebih luas.
Dalam kerangka ini, doa bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi juga sebuah ikrar spiritual untuk memulai tahun baru dengan niat yang bersih dan tekad yang lebih kuat.
Selain membaca doa, awal tahun Islam juga kerap diisi dengan berbagai amalan yang bersifat introspektif, seperti memperbanyak zikir, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat hijrah yang menjadi filosofi di balik penetapan Muharram sebagai awal tahun hijriah, yakni berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju kesadaran, dan dari kesia-siaan menuju kemanfaatan.
Baca Juga: Hukum Mencuri Kode Redeem FF Free Fire Milik Pengguna Lain dalam Perspektif Islam
Demikianlah ajaran KH Sholeh Darat mengenai doa akhir dan awal tahun. Sebuah warisan keilmuan yang memperkaya tradisi Islam Indonesia dan tetap relevan hingga kini.
Dengan memperbanyak doa, umat Islam diajak untuk tidak hanya melihat waktu sebagai hitungan hari, tetapi juga sebagai ruang spiritual untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah.
Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk mengamalkannya dan mendapatkan perlindungan-Nya sepanjang tahun. Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








