Akurat

Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah dalam Bahasa Arab dan Artinya

Fajar Rizky Ramadhan | 28 Mei 2025, 05:31 WIB
Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah dalam Bahasa Arab dan Artinya

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang penuh dengan keutamaan. Di dalamnya terdapat berbagai amalan ibadah yang sangat dianjurkan, termasuk di antaranya adalah puasa sunnah.

Puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, terutama pada tanggal 9 yang dikenal sebagai Hari Arafah, memiliki keutamaan yang sangat besar.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal saleh pada hari-hari tersebut, karena ia termasuk dalam sepuluh hari terbaik sepanjang tahun, sebagaimana ditegaskan dalam hadis-hadis sahih.

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah dapat dilakukan mulai dari tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Khusus bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, puasa Arafah pada tanggal 9 sangat ditekankan, karena disebutkan dalam hadis riwayat Muslim bahwa puasa tersebut dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat: 1 Dzulhijjah Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Puasa Sunnah dan Libur Nasional Idul Adha 2025

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, puasa sunnah juga dimulai dengan niat. Niat menjadi syarat sahnya puasa. Meskipun tidak wajib diucapkan secara lisan, sebagian ulama menganjurkan pengucapan niat untuk membantu hati lebih mantap dalam meniatkan ibadah. Berikut adalah lafal niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah dalam bahasa Arab beserta artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil-hijjah sunnatan lillahi ta‘ala

Artinya: "Aku niat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta‘ala."

Adapun untuk puasa Arafah secara khusus pada tanggal 9 Dzulhijjah, niatnya sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumi ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala

Artinya: "Aku niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta‘ala."

Waktu niat puasa sunnah bisa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum zawal (tergelincirnya matahari), asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Ini berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadhan, yang niatnya harus dilakukan sebelum fajar.

Baca Juga: Kapan Mulai Puasa Dzulhijjah 2025? Berikut Niatnya dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia

Melalui niat yang tulus dan pelaksanaan ibadah yang ikhlas, semoga setiap amal yang dilakukan di bulan Dzulhijjah, termasuk puasa sunnah, diterima oleh Allah dan menjadi pemberat amal kebaikan di hari kiamat.

Bulan ini adalah momentum yang sangat tepat untuk memperkuat hubungan dengan Allah, memperbanyak doa, zikir, dan amal kebajikan lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.