Tanggal Merah Bulan Mei 2025, 29 Mei Libur Nasional Apa?

AKURAT.CO Bulan Mei 2025 menjadi salah satu bulan dengan jumlah hari libur terbanyak dalam kalender nasional.
Masyarakat Indonesia akan menikmati berbagai momen istimewa melalui rangkaian tanggal merah, cuti bersama, dan akhir pekan yang jatuh secara berdekatan. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah: tanggal 29 Mei 2025 libur nasional apa?
Jawabannya, 29 Mei 2025 ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Kenaikan Yesus Kristus, salah satu peristiwa penting dalam kalender liturgi umat Kristiani.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, peringatan ini diikuti dengan cuti bersama pada Jumat, 30 Mei 2025.
Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan menikmati libur panjang hingga akhir pekan.
Rangkaian Libur Panjang: 29 Mei hingga 1 Juni
Periode libur ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, dimulai dari:
-
Kamis, 29 Mei 2025: Libur Nasional Kenaikan Yesus Kristus
-
Jumat, 30 Mei 2025: Cuti Bersama
-
Sabtu, 31 Mei 2025: Libur akhir pekan
-
Minggu, 1 Juni 2025: Libur akhir pekan
Kombinasi antara tanggal merah, cuti bersama, dan akhir pekan ini menjadi peluang emas bagi masyarakat untuk merencanakan liburan, pulang kampung, atau sekadar melepas penat dari rutinitas pekerjaan.
Baca Juga: 29 Mei Tanggal Merah Memperingati Apa? Apakah Hari Besar Islam?
Mei: Bulan Penuh Libur dan Kesempatan Rehat
Secara keseluruhan, bulan Mei 2025 memiliki total 14 hari libur, termasuk akhir pekan. Selain Kenaikan Yesus Kristus, masyarakat juga telah menikmati libur nasional pada:
-
1 Mei 2025: Hari Buruh Internasional
-
12 Mei 2025: Hari Raya Waisak
-
13 Mei 2025: Cuti Bersama Hari Raya Waisak
Momentum Hari Raya Waisak juga menciptakan libur panjang selama empat hari, yang dimulai sejak akhir pekan 10-11 Mei, kemudian dilanjutkan dengan libur nasional dan cuti bersama.
Manfaatkan Momentum dengan Bijak
Pemerintah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momen libur panjang secara positif. Selain untuk rekreasi dan mengisi ulang energi, hari-hari libur ini juga bisa dimaknai sebagai kesempatan mempererat hubungan keluarga dan sosial, beribadah, atau melakukan aktivitas yang selama ini tertunda.
Bagi pelaku usaha di sektor pariwisata, transportasi, dan kuliner, periode ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi karena potensi lonjakan kunjungan wisatawan domestik. Namun, masyarakat diimbau tetap menjaga keselamatan, baik dalam perjalanan maupun dalam aktivitas selama liburan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






