Akurat Logo

10 Cara Agar Kamu Cepat Naik Haji, Meski Antrian Tunggu Sangat Lama

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Mei 2025, 10:00 WIB
10 Cara Agar Kamu Cepat Naik Haji, Meski Antrian Tunggu Sangat Lama

AKURAT.CO Setiap Muslim pasti mendambakan bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Namun, realitas hari ini menunjukkan bahwa antrian keberangkatan haji reguler di Indonesia bisa mencapai 20 hingga 40 tahun di beberapa daerah.

Ini bukan sekadar angka, tapi kenyataan yang membuat banyak orang kehilangan harapan untuk bisa berangkat sebelum usia lanjut. Meski demikian, peluang untuk berangkat haji lebih cepat bukanlah hal mustahil.

Ada sejumlah strategi yang bisa ditempuh agar impian suci ini menjadi kenyataan lebih awal. Berikut ini adalah sepuluh cara yang bisa kamu tempuh agar bisa naik haji lebih cepat, meski antrian tunggunya sangat lama.

Pertama, daftarlah haji sedini mungkin. Ini prinsip dasar yang sering diabaikan. Banyak orang menunda-nunda karena merasa belum cukup mampu atau terlalu muda. Padahal, sistem kuota haji di Indonesia mengikuti prinsip siapa cepat dia dapat.

Dengan mendaftar lebih awal, kamu akan mendapat posisi lebih depan dalam daftar antrian. Bahkan, remaja usia 12 tahun pun sudah diperbolehkan mendaftar haji, asal memiliki identitas dan dana setoran awal yang sah.

Baca Juga: Pemimpin 'Islam Sejati' Akui Kesalahan, MUI Minta Warga Tetap Tenang

Kedua, manfaatkan haji khusus (ONH Plus) jika kamu memiliki kemampuan finansial lebih. Meskipun biayanya lebih mahal, waktu tunggunya jauh lebih singkat, antara 5 hingga 7 tahun, bahkan bisa kurang.

Haji khusus dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) swasta yang terdaftar di Kementerian Agama, dan biasanya menawarkan fasilitas lebih baik serta bimbingan intensif.

Ketiga, pertimbangkan untuk menggunakan skema haji furoda. Ini adalah program haji non-kuota yang menggunakan visa mujamalah atau undangan dari Kerajaan Saudi Arabia.

Meskipun biayanya sangat tinggi dan tidak dijamin sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia, haji furoda bisa menjadi jalur tercepat karena tidak melalui sistem antrian kuota nasional. Namun, kamu harus selektif dalam memilih agen travel yang terpercaya agar tidak terjebak penipuan.

Keempat, prioritaskan tabungan haji. Banyak orang memiliki keinginan kuat tapi tidak diiringi dengan komitmen finansial. Sisihkan sebagian pendapatanmu secara rutin dalam tabungan haji di bank syariah yang telah bekerja sama dengan Kementerian Agama. Tabungan ini akan membantumu mencapai setoran awal pendaftaran sebesar Rp25 juta dengan lebih terencana.

Kelima, jadikan haji sebagai target jangka panjang dalam perencanaan keuangan. Jangan tunggu ada uang lebih baru mulai menabung. Sebaliknya, alokasikan penghasilan secara disiplin dan anggap haji sebagai prioritas utama, sama seperti investasi pendidikan atau rumah. Kamu bisa menggunakan aplikasi pengatur keuangan atau berkonsultasi dengan perencana keuangan syariah untuk membantumu menyusun strategi.

Keenam, ikut arisan haji berbasis syariah. Beberapa komunitas Muslim mengelola arisan haji yang memprioritaskan pembiayaan bagi anggota secara bergilir. Tentunya arisan ini harus dikelola secara transparan dan diawasi lembaga resmi agar tidak melanggar prinsip syariah dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Baca Juga: Amankan Transportasi Jemaah Haji Tahun 2025, Menhub Kerahkan 3 Maskapai

Ketujuh, manfaatkan program CSR atau beasiswa haji dari lembaga-lembaga sosial. Beberapa organisasi zakat, infak, dan sedekah memiliki program pembiayaan haji bagi dhuafa, guru ngaji, atau tokoh masyarakat. Ini memang tidak untuk umum, tapi jika kamu memiliki kontribusi sosial tinggi, peluang itu bisa terbuka.

Kedelapan, maksimalkan peluang berangkat sebagai pendamping haji. Beberapa profesi seperti dokter, perawat, pembimbing ibadah, dan petugas teknis bisa menjadi bagian dari tim petugas haji. Jalur ini memerlukan kualifikasi dan seleksi ketat, tetapi membuka peluang berhaji tanpa harus menunggu antrian reguler.

Kesembilan, pilih daerah dengan antrian haji yang lebih singkat. Meskipun secara administratif hal ini cukup kompleks, beberapa orang mencoba pindah domisili ke daerah yang memiliki masa tunggu lebih pendek. Hal ini tentu harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan disertai dokumen kependudukan yang sah.

Kesepuluh, perbanyak doa dan ikhtiar spiritual. Meski terdengar klise, banyak orang yang mendapatkan kesempatan berhaji secara tidak terduga karena kekuatan doa dan konsistensi spiritualnya. Rezeki bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka. Maka, jaga niat yang lurus, perkuat amalan, dan yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan niat baik hamba-Nya.

Naik haji memang bukan perkara mudah di tengah antrian panjang yang ada. Tapi bagi mereka yang berjuang dengan cerdas dan penuh kesabaran, peluang itu selalu ada.

Jangan pernah berhenti bermimpi, berikhtiar, dan berdoa. Siapa tahu, kamu adalah satu dari jutaan orang yang dipanggil lebih dulu oleh Allah ke Tanah Suci.

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.