Sholawat Nabi Muhammad SAW yang Cocok Diamalkan di Hari Minggu
AKURAT.CO Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.
Membaca shalawat tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Meskipun tidak terdapat dalil yang secara khusus menunjukkan adanya shalawat tertentu untuk hari-hari tertentu, dalam tradisi para ulama sufi dan ahli hikmah, terdapat kebiasaan mengamalkan shalawat tertentu pada hari-hari tertentu untuk membangun keteraturan dzikir dan memperkuat ikatan spiritual.
Salah satu shalawat yang dianjurkan untuk diamalkan pada hari Minggu adalah:
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد صلاةً تنير بها قلوبنا وتيسر بها أمورنا، يا ذا الجلال والإكرام
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, shalawat yang dengannya Engkau menerangi hati kami dan memudahkan segala urusan kami, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia."
Baca Juga: Bacaan Sholawat Jibril, Bisa Membuat Anda Cepat Kaya Raya!
Shalawat ini mengandung permohonan kepada Allah SWT agar hati diterangi dan segala urusan dimudahkan.
Hari Minggu, sebagai hari pembuka dalam perencanaan aktivitas pekan berikutnya, sangat tepat untuk dijadikan momentum membaca shalawat ini.
Dengan hati yang tercerahkan dan kemudahan dalam segala urusan, diharapkan seluruh aktivitas selama sepekan ke depan berjalan lebih baik.
Telaah Kritis terhadap Tradisi Shalawat Harian
Secara ilmiah dan kritis, perlu ditegaskan bahwa pembagian shalawat berdasarkan hari bukanlah ajaran yang bersumber langsung dari Rasulullah SAW.
Praktik ini lebih banyak berkembang dalam tradisi tasawuf sebagai metode untuk membangun keteraturan dalam dzikir dan meningkatkan kualitas hubungan spiritual dengan Allah dan Rasul-Nya.
Meskipun demikian, amalan seperti ini tetap berada dalam koridor yang dibolehkan, selama tidak diyakini sebagai kewajiban syar'i yang mengikat.
Dengan membiasakan membaca shalawat pada hari-hari tertentu, seorang Muslim melatih konsistensi dalam ibadah, memperkuat disiplin rohani, serta memperkaya kualitas kehidupan spiritualnya.
Panduan Praktis dalam Mengamalkan Shalawat Ini
-
Waktu yang dianjurkan: Setelah shalat Subuh atau menjelang waktu Maghrib.
-
Jumlah bacaan: Minimal 33 kali atau sesuai kemampuan.
-
Niat: Mengharapkan keridhaan Allah SWT, mempererat hubungan dengan Rasulullah SAW, serta memohon penerangan hati dan kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat.
-
Penghayatan: Membaca dengan penuh kesadaran, menghadirkan kehadiran hati, dan mengaitkan doa dengan rencana serta ikhtiar yang akan dilakukan selama sepekan ke depan.
Baca Juga: Inilah Lirik Sholawat Jibril Beserta Terjemahan Bahasa Indonesia dan 5 Keutamaannya
Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tantangan, menjaga kekuatan spiritual menjadi kebutuhan yang mendesak.
Membiasakan membaca shalawat, terlebih di awal pekan seperti hari Minggu, adalah ikhtiar kecil namun berdampak besar dalam menumbuhkan ketenangan, optimisme, dan semangat dalam menjalani kehidupan.
Shalawat bukan sekadar bacaan lisan, melainkan energi ruhani yang mampu memperbaiki suasana hati, menenangkan pikiran, serta membuka jalan menuju keberkahan.
Dengan kesadaran ini, marilah kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, terutama pada hari-hari awal pekan, agar hidup kita semakin terarah, penuh cahaya, dan dipermudah oleh Allah SWT dalam segala urusan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








