Ustazah Lia Fauziya Ingatkan Pentingnya Bijak Bermedia Digital di Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Bulan suci Ramadhan menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan. Dalam ceramahnya di program Kultum Ramadhan Akurat.co 2025 yang tayang di kanal YouTube Akurat.co, Senin (3/3/2025), Lia Fauziya, M.M, pengasuh TPA Ar-Rahman sekaligus dosen STAI Nurul Iman Parung, Bogor, mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah puasa, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Bulan Ramadhan adalah bulan di mana kita diperintahkan Allah untuk berpuasa dengan tujuan meningkatkan ketakwaan. Takwa menjadi barometer kesuksesan seseorang dalam menjalankan ibadah puasanya,” ujar Ustazah Lia dalam ceramahnya.
Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan kewajiban puasa bagi orang beriman sebagai jalan menuju ketakwaan.
Ustazah Lia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa.
Baca Juga: Kultum Ramadhan, Ustaz Marjuki Hasanuddin: Jadikan Ramadhan sebagai Kekuatan Spiritual dan Moral
“Dalam menggapai predikat takwa, kita harus berkomitmen untuk menjaga diri dari segala perbuatan yang bisa merusak kualitas ibadah kita,” katanya.
Di era digital ini, tantangan menjaga ibadah semakin besar. Kemudahan akses informasi melalui platform seperti YouTube, Facebook, dan Instagram memang memberi manfaat, namun juga menyimpan risiko. Lia mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam menyerap informasi agama dari dunia maya.
“Kita harus belajar agama kepada ulama yang benar, yang memiliki wawasan luas tentang ilmu dan keagamaannya,” ujar Lia.
Ia juga menguraikan sisi positif teknologi digital, seperti kemudahan memperoleh informasi, sarana komunikasi jarak jauh, media pendidikan, dan hiburan. Teknologi digital, menurutnya, bisa menjadi wasilah untuk mempertebal iman dan menambah pengetahuan agama.
“Dengan teknologi, kita bisa memperdalam ilmu agama, memperkaya rohani dengan hal-hal positif, dan meningkatkan kualitas ibadah seperti salat berjamaah, salat tarawih, serta semangat mengkhatamkan Al-Qur’an,” tambah Dosen STAI Nurul Iman Parung, Bogor itu.
Namun, ia tak menutup mata pada sisi negatif perkembangan digital. Penyebaran hoaks, gibah, namimah, dan pertengkaran di media sosial menjadi ancaman yang dapat merusak pahala puasa.
Baca Juga: Siap Temani Jelang Buka Puasa, Kultum Akurat.co 2025 Hadirkan 18 Penceramah Mayoritas Milenial
“Dampak negatif ini bisa menurunkan kualitas ibadah kita. Maka, jadikanlah teknologi hanya sebagai sarana untuk mempermudah urusan, bukan sebagai tujuan utama,” tegasnya.
Program Kultum Ramadhan Akurat.co 2025 ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Jamkrindo. Dengan hadirnya ceramah-ceramah inspiratif seperti ini, diharapkan umat Islam dapat semakin termotivasi dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci.
“Semoga apa yang disampaikan bermanfaat, dan kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Ramadhan ini,” tutup Lia Fauziya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










