Niat Puasa Senin Kamis Bulan Rajab, Perkuat Hubungan Spiritual dengan Allah

AKURAT.CO Bulan Rajab, salah satu bulan dalam kalender hijriah, memiliki keistimewaan tersendiri dalam tradisi Islam.
Sebagai salah satu dari empat bulan haram, Rajab dihormati dengan pelaksanaan berbagai amal ibadah, termasuk puasa sunnah.
Puasa Senin dan Kamis merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW sepanjang tahun, dan melaksanakannya di bulan Rajab memberikan nilai tambah bagi seorang muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam menjalankan puasa sunnah, termasuk puasa Senin dan Kamis di bulan Rajab, niat memiliki peran penting. Niat adalah inti dari setiap amal. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Niat untuk puasa Senin dan Kamis dapat diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Adapun lafal niat puasa Senin adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillahi ta'ala.”
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Sedangkan untuk puasa Kamis, niatnya adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ ٱلْخَمِيسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumil khamiisi sunnatan lillahi ta'ala.”
Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Puasa Senin dan Kamis memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW sering menjalankan puasa ini karena hari Senin adalah hari kelahiran beliau, juga hari di mana amal-amal diperlihatkan kepada Allah.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
"Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR. Tirmidzi).
Di bulan Rajab, puasa sunnah ini menjadi lebih bermakna karena bulan ini merupakan waktu untuk memperbanyak amal ibadah sebagai persiapan menuju bulan Ramadhan.
Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, seorang muslim tidak hanya menjalankan sunnah Rasulullah SAW tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Melalui puasa ini, seseorang belajar menahan diri, meningkatkan ketakwaan, dan memanfaatkan waktu di bulan Rajab dengan sebaik-baiknya.
Maka, mari kita jadikan puasa Senin dan Kamis di bulan Rajab sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










