Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadhan, Bagaimana Pandangan Islam?

AKURAT.CO Anggota Komisi VIII DPR RI, Ashari Tambunan, menyatakan dukungannya terhadap wacana libur sekolah selama bulan Ramadhan. Ia menilai hal itu sebagai langkah positif.
“Saya menilai langkah tersebut sangat positif agar peserta didik mampu menjalankan ibadah puasa secara khusyuk di bawah pengawasan orang tua masing-masing,” kata Ashari Tambunan dalam pernyataannya, seperti dikutip dari keterangan media, Senin (6/1/2025).
Menurutnya, libur sekolah memungkinkan peserta didik diarahkan oleh orang tua untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan ibadah.
“Peserta didik nanti bisa diarahkan untuk mengikuti kegiatan tadarus, buka bersama, hingga kajian di masjid atau mushalla di sekitar tempat tinggalnya. Dengan demikian, mereka bisa memahami arti penting kebersamaan di lingkungan masing-masing,” kata dia.
Ashari juga menyebutkan bahwa belajar dari rumah selama Ramadhan membawa banyak manfaat. “Sekolah tetap bisa memberikan tugas belajar secara daring sehingga materi pelajaran juga tidak ketinggalan,” ujar Ashari.
Baca Juga: Kemenag dan Kemendikdasmen Harus Duduk Bersama Bahas Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan
Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadhan dalam Pandangan Islam
Setiap tahun, bulan Ramadhan membawa suasana yang berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga waktu yang penuh dengan pendidikan spiritual, moral, dan sosial.
Dalam konteks ini, wacana tentang libur sekolah selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan kembali menjadi perbincangan. Bagaimana Islam memandang hal ini?
Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan" (QS. Al-‘Alaq: 1).
Ayat ini menegaskan kewajiban umat Islam untuk belajar dan membaca, sebagai langkah awal menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan dan agama.
Namun, Islam juga memberikan perhatian yang besar pada keseimbangan antara pendidikan duniawi dan pendidikan spiritual.
Baca Juga: PKB Dukung Wacana Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan, Banyak Positifnya
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa, shalat malam, tadarus Al-Qur'an, dan sedekah.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah momentum khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam konteks libur sekolah, keputusan ini dapat dipandang dari sudut manfaatnya. Dengan libur sekolah, siswa memiliki lebih banyak waktu untuk mendalami ibadah dan mempelajari Al-Qur'an.
Kegiatan seperti pesantren kilat, kajian Islam, dan amal sosial dapat menjadi bagian dari pendidikan spiritual mereka.
Ini sejalan dengan prinsip Islam yang mengajarkan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada hal-hal akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan iman.
Namun, penting juga untuk diingat bahwa libur sekolah selama Ramadhan tidak berarti berhenti belajar.
Pendidikan tetap dapat berlanjut dalam bentuk yang berbeda, seperti kegiatan belajar di rumah, program daring yang dirancang khusus untuk Ramadhan, atau aktivitas belajar yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam.
Dalam hal ini, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan spiritual dan intelektual anak.
Sebagai tambahan, Islam menganjurkan agar umatnya tidak bersikap berlebihan dalam melaksanakan sesuatu. Allah berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia" (QS. Al-Qashash: 77).
Baca Juga: Wacana Libur Sekolah Saat Ramadan, Menag Berharap Kualitas Ibadah Meningkat
Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Dengan demikian, keputusan untuk meliburkan sekolah selama bulan Ramadhan harus dilihat secara bijaksana.
Jika libur tersebut dimanfaatkan untuk memperdalam ibadah dan pendidikan spiritual, maka hal itu sejalan dengan ajaran Islam. Namun, jika libur justru digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, maka tujuan pendidikan Islam tidak akan tercapai.
Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan program yang terarah agar liburan Ramadhan menjadi momen yang penuh manfaat bagi generasi muda Muslim.
Ramadhan adalah bulan pendidikan hati dan jiwa. Dengan pendekatan yang tepat, libur sekolah selama satu bulan dapat menjadi sarana untuk menguatkan iman dan membentuk karakter anak-anak sebagai generasi penerus umat Islam yang cerdas dan bertakwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








