Akurat

Puasa Rajab 2025 Berapa Hari? Ini Penjelasan yang Sesuai Sunnah

Fajar Rizky Ramadhan | 5 Januari 2025, 07:00 WIB
Puasa Rajab 2025 Berapa Hari? Ini Penjelasan yang Sesuai Sunnah

AKURAT.CO Puasa Rajab sering menjadi perhatian umat Islam, terutama menjelang bulan ini tiba. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah yang termasuk dalam kelompok “bulan-bulan haram” ( الأشهر الحرم), yakni bulan-bulan yang dimuliakan.

Bulan ini sering dikaitkan dengan amalan puasa sunnah, tetapi penting untuk memahami bagaimana tuntunan Rasulullah SAW tentang puasa di bulan Rajab berdasarkan dalil yang shahih.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu." (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan haram tersebut dijelaskan dalam hadis dari Abu Bakrah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَةٌ: ذُو الْقَعْدَةِ، وَذُو الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ، الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

"Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga bulan berturut-turut, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar, yang berada antara Jumadil Akhir dan Sya’ban." (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Puasa Sunah Bulan Rajab Selama Berapa Hari? Ini Puasa Sunah Selain Rajab yang Bisa Anda Lakukan Setiap Bulan

Dalam hadis ini, Rasulullah ﷺ menyebutkan Rajab sebagai salah satu bulan mulia. Namun, mengenai puasa di bulan Rajab, tidak ada dalil khusus yang mengkhususkan jumlah hari tertentu untuk berpuasa.

Rasulullah ﷺ tidak pernah secara khusus menganjurkan puasa di bulan Rajab, tetapi beliau juga tidak melarangnya. Dengan demikian, puasa Rajab termasuk ke dalam kategori puasa sunnah secara umum, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 setiap bulan Hijriah), atau puasa Daud.

Hadis dari Usamah bin Zaid menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ

"Itu adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan." (HR. An-Nasa’i)

Hadis ini sering digunakan untuk menunjukkan keutamaan memperbanyak ibadah pada bulan-bulan sebelum Ramadhan, termasuk Rajab.

Namun, penting untuk mencatat bahwa ibadah yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ dan tidak didasarkan pada keyakinan yang tidak memiliki landasan dalil.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Rajab

Puasa di bulan Rajab tidak memiliki batasan hari tertentu yang diatur secara khusus dalam syariat.

Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah sesuai kemampuan, tanpa keyakinan bahwa puasa di bulan Rajab memiliki keutamaan yang lebih dibanding bulan-bulan lainnya kecuali berdasarkan dalil yang shahih.

Dengan demikian, berapa hari seseorang berpuasa di bulan Rajab sepenuhnya tergantung pada niat dan kesanggupannya, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah ﷺ.

Semoga kita senantiasa diberikan taufik untuk menghidupkan bulan-bulan yang mulia dengan amalan yang dicintai Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.