AKURAT.CO Dalam ajaran Islam, menjalankan puasa qadha Ramadhan adalah kewajiban bagi mereka yang tidak dapat menunaikan puasa pada bulan Ramadhan karena alasan yang dibenarkan oleh syariat, seperti sakit, haid, atau musafir.
Qadha ini dapat dilakukan pada bulan apa pun sepanjang tahun, termasuk bulan Rajab, yang memiliki keutamaan tersendiri sebagai salah satu bulan haram.
Ketika seseorang hendak menunaikan puasa qadha Ramadhan, ia perlu berniat di malam hari sebelum terbit fajar.
Niat ini tidak hanya diucapkan dalam hati, tetapi juga dapat dilafalkan untuk memantapkan hati.
Berikut adalah lafaz niat puasa qadha Ramadhan dalam bahasa Arab, tulisan Latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi ramadhana lillahi ta‘ala
"Aku berniat untuk berpuasa esok hari karena mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala."
Baca Juga: Lupa Niat Puasa Bulan Rajab Malam Hari, Bolehkah Diganti di Siang Hari?
Melafalkan niat ini di malam hari adalah bagian dari syarat sahnya puasa qadha. Hal ini berdasarkan pendapat mayoritas ulama yang merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW:
"Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)
Bulan Rajab sendiri dikenal sebagai salah satu bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Menjalankan ibadah pada bulan ini, termasuk puasa qadha, memiliki nilai pahala yang lebih besar karena Allah melipatgandakan kebaikan di bulan-bulan haram.
Selain itu, menjalankan puasa qadha dengan segera juga menunjukkan kesungguhan seorang hamba dalam menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah SWT.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun bulan Rajab memiliki keutamaan khusus, niat puasa qadha Ramadhan tetap tidak boleh dicampurkan dengan niat ibadah lainnya, seperti puasa sunnah.
Hal ini untuk menjaga kesempurnaan pahala dan keikhlasan dalam menunaikan kewajiban.
Dengan menunaikan puasa qadha Ramadhan di bulan Rajab, seorang Muslim tidak hanya melaksanakan tanggung jawab syariat, tetapi juga memanfaatkan momen bulan mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga ibadah yang dilakukan diterima dan mendapatkan berkah yang melimpah.