Akurat Logo

When the Phone Rings Episode 7 Sub Indo Trending, Apa Saja Etika Menonton Drama Korea dalam Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Desember 2024, 05:38 WIB
When the Phone Rings Episode 7 Sub Indo Trending, Apa Saja Etika Menonton Drama Korea dalam Islam?

AKURAT.CO Drama Korea, seperti When the Phone Rings, telah menjadi hiburan yang digemari oleh banyak orang, termasuk umat Islam.

Episode ke-7 dari drama ini mungkin menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu, terutama bagi mereka yang mengikuti alur cerita penuh misteri dan emosi yang disajikan.

Namun, sebagai Muslim, penting untuk merenungkan bagaimana Islam memandang aktivitas menonton ini dan etika yang perlu diperhatikan.

Dalam Islam, setiap aktivitas yang dilakukan oleh seorang Muslim diatur oleh prinsip-prinsip syariah, termasuk dalam hal hiburan.

Hiburan yang diperbolehkan adalah yang tidak melalaikan seseorang dari kewajibannya kepada Allah, tidak menimbulkan mudarat, dan tidak bertentangan dengan akhlak Islam. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS. Al-Mu’minun: 3).

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya menjauhkan diri dari sesuatu yang tidak bermanfaat, termasuk hiburan yang tidak memberi nilai positif.

Oleh karena itu, ketika menikmati drama seperti When the Phone Rings, penting untuk memastikan bahwa kontennya tidak mengandung hal-hal yang melanggar syariah, seperti adegan yang tidak pantas, musik yang berlebihan, atau pesan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Hukum Orang Muslim Ikut Merayakan Natal, Bolehkah? Ini Jawabannya Menurut Islam

Selain itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ وَيُحِبُّ مَعَالِيَ الأَخْلاَقِ وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا

“Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah dan mencintai sifat pemurah, serta mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang rendah.” (HR. Al-Baihaqi).

Hadis ini mengingatkan kita untuk selalu memilih hiburan yang dapat memperbaiki akhlak atau setidaknya tidak merusaknya.

Jika drama tersebut mengandung nilai-nilai positif, seperti pengorbanan, persahabatan, dan keadilan, maka hal itu bisa menjadi sarana untuk belajar dan mengambil pelajaran.

Namun, jika drama tersebut justru mempromosikan gaya hidup yang tidak Islami, maka sebaiknya dihindari.

Adapun etika lainnya adalah memastikan bahwa waktu menonton tidak mengganggu kewajiban ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau berzikir. Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103).

Melalui ayat ini, kita diajarkan untuk memprioritaskan ibadah di atas segalanya. Oleh karena itu, menonton drama sebaiknya dilakukan setelah kewajiban kita kepada Allah terpenuhi.

Menonton drama Korea juga harus dilakukan dengan niat yang benar. Jika niat kita hanya untuk hiburan semata, maka hal itu mungkin tidak bernilai pahala.

Baca Juga: Sederet Ulama yang Membolehkan Umat Islam Mengucapkan Selamat Natal, Ada dari Indonesia

Namun, jika kita meniatkan untuk memahami budaya lain, mencari inspirasi, atau bahkan belajar bahasa, maka hal tersebut dapat bernilai ibadah selama tidak melanggar syariat. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagai kesimpulan, drama Korea seperti When the Phone Rings dapat dinikmati selama mematuhi etika dan prinsip-prinsip Islam.

Pastikan kontennya tidak bertentangan dengan syariat, waktu menontonnya tidak mengganggu ibadah, dan niatnya sesuai dengan tujuan yang baik.

Dengan demikian, hiburan yang kita nikmati tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga mendekatkan kita kepada Allah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.