AKURAT.CO Dalam kehidupan sehari-hari, ketakutan terhadap kemiskinan sering kali menjadi salah satu kekhawatiran terbesar manusia.
Ketakutan ini mendorong banyak orang untuk terus bekerja keras, namun tak jarang juga membuat seseorang terjerumus dalam perbuatan yang dilarang oleh Allah demi mencari harta.
Dalam konteks ini, Allah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Surah Al-Baqarah ayat 268:
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Ayat ini menjelaskan bahwa rasa takut terhadap kemiskinan merupakan salah satu cara setan untuk menyesatkan manusia.
Dengan menanamkan rasa takut ini, setan mendorong manusia untuk berbuat kikir dan pelit, bahkan melakukan perbuatan dosa lainnya seperti korupsi, menipu, atau menghalalkan segala cara demi harta.
Baca Juga: Hukum Memprediksi Kesuksesan dan Kekayaan Berdasarkan Kalender Weton Jawa, Bolehkah dalam Islam?
Ketakutan ini adalah tipu daya setan yang bertujuan untuk menjauhkan manusia dari sifat dermawan, yang sangat dianjurkan oleh Allah.
Sebaliknya, Allah menjanjikan sesuatu yang jauh lebih mulia: ampunan dan karunia-Nya.
Karunia ini tidak hanya terbatas pada rezeki materi, tetapi mencakup segala bentuk kebaikan, keberkahan, dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Ayat ini menegaskan bahwa Allah Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui kebutuhan hamba-hamba-Nya.
Ketika seseorang merasa takut akan kemiskinan, ia perlu mengingat bahwa rezeki sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6)
Ayat ini menguatkan keyakinan bahwa Allah tidak pernah membiarkan makhluk-Nya kelaparan atau kekurangan tanpa sebab.
Ketakutan terhadap kemiskinan seharusnya tidak membuat seseorang melupakan bahwa Allah-lah Sang Pemberi Rezeki.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk tidak takut miskin ketika bersedekah. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
"Harta tidak akan berkurang karena sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya." (HR. Muslim).
Baca Juga: Belajar dari Pelecehan Seksual Wayan Agus Buntung, Apa Hukuman bagi Pelaku Pelecehan Seksual dalam Islam?
Dari hadis ini, kita diajarkan untuk mempercayai bahwa berbuat baik, terutama dengan bersedekah, justru akan mendatangkan keberkahan dan kelapangan rezeki.
Maka, ketakutan terhadap kemiskinan sejatinya adalah godaan setan yang harus dilawan dengan keimanan dan keyakinan kepada Allah.
Dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung, seorang mukmin akan mampu menghadapi segala kekhawatiran duniawi, termasuk rasa takut akan kemiskinan.
Wallahu a'lam bish-shawab.