Akurat

Bimo Aryo Selingkuh dengan Maela Asila, Kenapa Laki-laki Bisa Selingkuh?

Fajar Rizky Ramadhan | 11 November 2024, 06:00 WIB
Bimo Aryo Selingkuh dengan Maela Asila, Kenapa Laki-laki Bisa Selingkuh?

AKURAT.CO Bimo Aryo dan Maela Asila adalah dua nama yang baru-baru ini ramai dibicarakan dalam konteks perselingkuhan, fenomena yang sering kali menjadi perhatian dalam masyarakat, baik dari sisi moral, budaya, maupun agama.

Kasus perselingkuhan ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang penyebab dan latar belakang seorang laki-laki atau perempuan berselingkuh.

Menurut perspektif Islam, perselingkuhan atau perzinaan adalah tindakan yang diharamkan, dan agama memandang serius hal ini karena dampaknya yang sangat luas dan dapat merusak keharmonisan rumah tangga serta keutuhan keluarga.

Dalam ajaran Islam, setiap hubungan pernikahan harus dilandasi oleh komitmen dan keikhlasan antara pasangan suami istri. Firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 32 menjelaskan larangan mendekati zina:

"وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا"

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

Baca Juga: Kasus Perselingkuhan Bimo Aryo Tejo, Ini Hikmah yang Bisa Diambil

Ayat ini menunjukkan bahwa tindakan mendekati zina saja dilarang, apalagi melakukannya.

Hal ini memperlihatkan pentingnya menjaga kesetiaan dalam hubungan suami istri dan bagaimana Islam memandang bahwa godaan untuk berselingkuh perlu dihindari sejak awal.

Secara psikologis, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan terjadi akibat berbagai faktor, seperti ketidakpuasan emosional atau ketertarikan yang tidak terpenuhi dalam hubungan suami istri.

Namun, Islam mengajarkan bahwa dalam menghadapi ujian seperti ini, seorang Muslim harus memiliki kontrol diri yang kuat, menahan diri dari nafsu, dan senantiasa mencari ridha Allah. Dalam hal ini, hadits Nabi Muhammad SAW juga memberikan panduan:

"إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ"

Artinya: "Dunia itu manis dan indah, dan sesungguhnya Allah mengangkat kalian sebagai khalifah di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian beramal. Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama yang dialami Bani Israil adalah fitnah wanita." (HR. Muslim)

Hadits ini mengingatkan kaum laki-laki untuk berhati-hati terhadap godaan dunia, termasuk godaan perempuan, dan mengajarkan umat Islam agar tidak mudah terpengaruh oleh godaan yang dapat menjerumuskan mereka pada tindakan yang diharamkan.

Islam juga mengingatkan bahwa cinta dan ketertarikan semata tidak boleh mengalahkan tanggung jawab serta komitmen yang telah dijalin dalam pernikahan.

Lebih jauh lagi, Islam memberikan solusi agar hubungan suami istri tetap terjaga dengan baik, seperti menjaga komunikasi yang baik dan memenuhi kebutuhan emosional satu sama lain.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami dan istri sebaiknya saling mengingatkan dan saling mendukung untuk tetap istiqamah dalam menjalani pernikahan.

Baca Juga: Video Perselingkuhan Bimo Aryo Diburu Netizen, Apa Hukumnya Menurut Islam?

Firman Allah dalam Al-Quran, Surat Ar-Rum ayat 21 juga memberikan panduan:

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Ayat ini menekankan pentingnya rasa kasih dan sayang dalam hubungan pernikahan, yang merupakan rahmat Allah agar pasangan suami istri dapat hidup rukun dan tenteram.

Jika ada masalah atau ketidakharmonisan, Islam menganjurkan untuk mencari solusi melalui musyawarah dan memperbaiki komunikasi, bukannya mencari pelampiasan di luar ikatan pernikahan.

Meskipun fenomena perselingkuhan seringkali terjadi, Islam menegaskan bahwa seorang Muslim harus mampu menjaga amanah yang diberikan Allah, yakni komitmen dalam pernikahan.

Seseorang yang memiliki ketakwaan kepada Allah akan selalu merasa diawasi oleh-Nya dalam setiap perbuatan yang dilakukan, sehingga ia lebih berhati-hati dalam setiap tindakan, termasuk dalam menjaga kesetiaan kepada pasangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.