Akurat

Begini Pesan Islam saat Nilai Rupiah Sedang Melemah

Fajar Rizky Ramadhan | 8 Oktober 2024, 08:00 WIB
Begini Pesan Islam saat Nilai Rupiah Sedang Melemah

AKURAT.CO Dalam beberapa dekade terakhir, nilai tukar mata uang menjadi salah satu indikator penting yang mempengaruhi perekonomian suatu negara.

Ketika nilai tukar Rupiah melemah terhadap mata uang asing, hal ini tidak hanya berdampak pada aktivitas perdagangan internasional, tetapi juga memiliki konsekuensi yang luas bagi perekonomian domestik, terutama dalam hal harga barang impor dan inflasi.

Namun, dalam menghadapi fluktuasi ekonomi seperti ini, Islam memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana umat Muslim harus bersikap.

Dalam ajaran Islam, fluktuasi nilai mata uang atau tantangan ekonomi lainnya tidak hanya dipandang sebagai fenomena ekonomi semata, tetapi juga sebagai ujian bagi umat Muslim untuk menunjukkan kesabaran, kedermawanan, dan keteguhan hati.

Berikut adalah beberapa pesan penting dalam Islam terkait kondisi ekonomi yang tidak stabil:

1. Kesabaran (Sabr):

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-157, Allah berfirman bahwa manusia akan diuji dengan berbagai kesulitan, termasuk dalam hal ekonomi.

Namun, Allah menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang bersabar dan tetap teguh dalam menghadapi ujian tersebut.

Baca Juga: Kekerasan di Lingkungan Pesantren Bertentangan dengan Islam, Ini Sejumlah Dalilnya dalam Islam

Dalam konteks ini, ketika nilai Rupiah melemah, umat Muslim dianjurkan untuk tetap bersabar dan tidak panik, karena setiap ujian pasti memiliki hikmah.

2. Menjauhi Riba:

Islam melarang keras praktek riba (bunga) yang sering kali menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan ekonomi.

Ketika ekonomi dalam keadaan sulit, sering kali individu atau pemerintah terjebak dalam utang berbunga tinggi yang justru memperburuk keadaan ekonomi.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 275-279, Allah sangat tegas melarang riba dan menawarkan solusi ekonomi yang berlandaskan keadilan, yaitu sistem keuangan berbasis syariah.

3. Infaq dan Zakat:

Salah satu solusi yang ditawarkan Islam untuk mengatasi kesenjangan ekonomi adalah dengan meningkatkan semangat kedermawanan melalui infaq dan zakat.

Dalam kondisi melemahnya Rupiah, inflasi cenderung naik, yang akan memperberat beban bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan.

Melalui zakat, harta yang dimiliki oleh orang-orang kaya dapat didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan, sehingga roda ekonomi tetap berjalan.

Sebagaimana tercantum dalam QS At-Taubah ayat 103, zakat adalah salah satu cara untuk membersihkan harta dan menguatkan solidaritas sosial.

4. Menghindari Konsumerisme Berlebihan:

Islam menganjurkan umatnya untuk hidup sederhana dan tidak terjebak dalam perilaku konsumtif, terutama dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Dalam QS Al-Isra ayat 27, Allah mengingatkan bahwa orang yang berlebihan dalam membelanjakan hartanya adalah saudara setan.

Di masa melemahnya Rupiah, menjaga pengeluaran dan berhemat adalah kunci untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi.

Dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi, banyak ahli ekonomi mengusulkan agar Indonesia lebih mengembangkan sistem ekonomi syariah sebagai alternatif.

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Relevansi Nilai Islam dalam Pengelolaan Keuangan Negara

Sistem ini, yang berlandaskan prinsip keadilan, transparansi, dan saling menguntungkan, diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang bagi ketahanan ekonomi.

Sebagai contoh, perbankan syariah yang tidak mengandalkan bunga tetapi berbasis pada bagi hasil dianggap lebih tahan terhadap krisis keuangan global karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga.

Akhirnya, melemahnya nilai Rupiah bukanlah hal baru dalam perekonomian Indonesia, namun Islam memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana umat Muslim harus meresponsnya.

Dengan mengedepankan kesabaran, menghindari riba, memperkuat zakat dan infaq, serta menjalankan gaya hidup sederhana, umat Muslim dapat tetap stabil secara ekonomi dan spiritual.

Sistem ekonomi syariah juga menawarkan alternatif yang adil dan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekonomi dalam jangka panjang.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi, pesan Islam adalah untuk tetap tenang, bersabar, dan saling membantu satu sama lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.