Akurat Logo

Viral Guru SMP di Lamongan Tampar Siswa Berkali-kali, Begini Respons Al-Qur'an!

Fajar Rizky Ramadhan | 25 September 2024, 11:00 WIB
Viral Guru SMP di Lamongan Tampar Siswa Berkali-kali, Begini Respons Al-Qur'an!

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lamongan yang menampar seorang siswa berkali-kali.

Kejadian ini menuai reaksi beragam dari masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan kekerasan tersebut, sementara yang lain berusaha mencari tahu alasan di balik insiden tersebut.

Apapun alasan yang mendasarinya, tindakan kekerasan, apalagi di lingkungan pendidikan, tentu sangat disayangkan.

Kekerasan dalam Pendidikan: Apa Kata Al-Qur'an?

Dalam Islam, kekerasan bukanlah cara yang dianjurkan dalam mendidik atau memperbaiki perilaku seseorang, termasuk dalam pendidikan formal.

Al-Qur'an mengajarkan tentang kasih sayang, kelembutan, dan pendekatan penuh hikmah dalam menyampaikan ilmu dan memperbaiki kesalahan.

Baca Juga: Viral Video Oknum Guru dan Siswi di Gorontalo, Apa Hukum Menyebarkan Video Syur menurut Islam?

Salah satu ayat yang relevan adalah Surah An-Nahl ayat 125, yang menyatakan:

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl: 125)

Ayat ini menegaskan pentingnya pendekatan yang bijaksana dan penuh kasih dalam mendidik orang lain. Islam mengajarkan bahwa dalam proses mendidik, seorang guru harus mengutamakan kelembutan dan kebijaksanaan, bukan dengan kekerasan fisik.

Guru Sebagai Teladan

Guru memiliki peran penting sebagai teladan bagi para muridnya. Selain mengajarkan ilmu, seorang guru juga diharapkan menanamkan nilai-nilai moral yang baik melalui tindakan dan perilaku.

Ketika seorang guru menggunakan kekerasan sebagai cara untuk mendisiplinkan siswa, hal itu justru berpotensi merusak hubungan antara guru dan murid serta menciptakan suasana belajar yang tidak kondusif.

Al-Qur'an juga menekankan pentingnya berlaku adil dan bersikap lembut, sebagaimana dalam Surah Al-Imran ayat 159:

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Al-Imran: 159)

Ayat ini memperingatkan bahwa sikap keras dan kasar justru akan membuat orang-orang, termasuk siswa, menjauh.

Dalam konteks pendidikan, jika seorang guru tidak bisa menahan emosi dan bertindak kasar, siswa akan kehilangan rasa hormat dan kepercayaan terhadap sang guru.

Tindakan yang Tepat dalam Menyikapi Pelanggaran

Ketika seorang siswa melakukan pelanggaran, guru tentu dihadapkan pada tantangan dalam menegakkan disiplin.

Namun, Al-Qur'an mengajarkan bahwa teguran dan nasihat yang lembut serta adil lebih efektif dalam mendidik daripada hukuman fisik. Dalam Surah Luqman ayat 17, Allah menyampaikan:

Baca Juga: ASN Pemkot Bekasi yang Diduga Larang Jemaat Kristen Beribadah di Rumah Sendiri Minta Maaf, Apakah Harus Dimaafkan?

"Wahai anakku, dirikanlah shalat, suruhlah (manusia) berbuat yang baik dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS. Luqman: 17)

Kesabaran dalam menghadapi perilaku yang menyimpang sangatlah penting. Guru harus mampu menahan emosi dan memberi nasihat dengan penuh hikmah. Kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah, apalagi di dalam dunia pendidikan.

Insiden guru di Lamongan yang menampar siswa berkali-kali jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Al-Qur'an.

Kekerasan fisik, apapun alasannya, bukanlah jalan yang dianjurkan dalam menyelesaikan masalah atau menegakkan disiplin.

Sebagai seorang pendidik, guru harus menjadi teladan dalam bersikap sabar, bijaksana, dan mengutamakan kasih sayang dalam setiap tindakannya.

Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga pembentukan karakter. Oleh karena itu, tindakan guru dalam menghadapi murid yang bermasalah haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur'an, yaitu melalui pendekatan yang penuh hikmah, kelembutan, dan kasih sayang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.