Akurat

Apa yang Harus Dilakukan Suami ketika Mendengar Istri Diduga Melakukan Selingkuh?

Fajar Rizky Ramadhan | 21 September 2024, 09:00 WIB
Apa yang Harus Dilakukan Suami ketika Mendengar Istri Diduga Melakukan Selingkuh?

AKURAT.CO Persoalan yang sangat sensitif dalam rumah tangga adalah isu perselingkuhan.

Sebagai suami, ketika mendengar dugaan bahwa istri melakukan perselingkuhan, tentu ini adalah ujian besar bagi kesabaran dan kebijaksanaan.

Namun, sebelum mengambil keputusan, penting untuk merujuk kepada ajaran Islam agar tindakan yang diambil sesuai dengan tuntunan syariat.

1. Menahan Diri dan Meminta Bukti yang Jelas

Dalam Islam, menuduh seseorang berzina atau berselingkuh adalah perkara yang sangat serius. Tuduhan seperti ini memerlukan bukti yang sangat kuat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur: 4)

Ayat ini menunjukkan bahwa tuduhan zina tanpa bukti yang jelas dan kuat—yaitu empat saksi yang adil—dilarang dalam Islam.

Oleh karena itu, jika seorang suami mendengar isu atau gosip bahwa istrinya berselingkuh, langkah pertama yang harus diambil adalah tidak terburu-buru membuat tuduhan tanpa bukti yang sahih.

Baca Juga: Ramai Kabar Mahalini Selingkuh, Apa Hukum Selingkuh dalam Islam?

2. Memeriksa Fakta dengan Bijak

Setelah mendengar tuduhan atau dugaan, sebaiknya suami melakukan penyelidikan dengan tenang dan hati-hati. Jangan langsung percaya pada informasi yang didapatkan tanpa klarifikasi dari berbagai sumber. Rasulullah SAW bersabda:

"Kamu harus bersikap berhati-hati dalam menilai, karena bisa jadi kamu melihat suatu keburukan padahal kebaikan, atau sebaliknya."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan pentingnya menghindari prasangka buruk. Suami perlu berbicara langsung dengan istri, mendengarkan penjelasan, dan mencari tahu kebenaran dari situasi yang terjadi.

3. Menjaga Perasaan dan Kehormatan

Ketika menghadapi masalah ini, menjaga kehormatan istri dan keluarga sangatlah penting. Islam mengajarkan agar tidak mempermalukan orang lain di depan umum. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat."
(HR. Muslim)

Dalam konteks ini, jika seorang suami mengetahui kebenaran yang pahit, menjaga kehormatan dan aib istri tetap menjadi kewajiban. Tidak dibenarkan menyebarkan aib atau mempublikasikan masalah tersebut ke orang lain.

4. Mengambil Langkah Syariat: Li'an

Jika tuduhan perselingkuhan ini terus berlanjut dan suami merasa yakin dengan bukti yang dia miliki, syariat Islam menyediakan mekanisme yang disebut li'an.

Li'an adalah sumpah yang dilakukan suami dan istri di depan hakim untuk menyelesaikan masalah perselingkuhan tanpa memerlukan saksi.

Allah SWT berfirman tentang li'an:

"Dan orang-orang yang menuduh istrinya (berzina), padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, bahwa sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar." (QS. An-Nur: 6-7)

Setelah sumpah ini dilakukan, hubungan suami istri secara otomatis berakhir, dan mereka tidak diperbolehkan lagi menikah.

Baca Juga: Ramai Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan, Apa Hukuman bagi Orang yang Membunuh dan Memperkosa dalam Islam?

5. Bersabar dan Berdoa

Jika dugaan perselingkuhan tersebut tidak terbukti atau tidak ada bukti yang jelas, suami harus memperbanyak bersabar dan berdoa agar Allah memberikan jalan keluar yang terbaik. Allah SWT berfirman:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45)

Dengan bersabar, masalah yang dihadapi akan lebih mudah diatasi tanpa mengorbankan nilai-nilai keluarga yang penting.

Dalam menghadapi dugaan perselingkuhan istri, seorang suami harus bertindak dengan penuh kesabaran, menahan diri dari prasangka buruk, dan mencari bukti yang jelas.

Mengikuti mekanisme syariat seperti li'an jika diperlukan dan menjaga kehormatan keluarga menjadi bagian penting dari solusi yang diajarkan dalam Islam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.