Akurat Logo

5 Sifat dan Tabiat Buruk Manusia di dalam Al-Qur'an

Fajar Rizky Ramadhan | 26 Agustus 2024, 11:00 WIB
5 Sifat dan Tabiat Buruk Manusia di dalam Al-Qur'an

AKURAT.CO Al-Qur'an adalah kitab suci yang memberikan panduan kepada manusia untuk hidup dengan cara yang benar sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Selain memberikan petunjuk yang baik, Al-Qur'an juga menyingkap sifat dan tabiat buruk manusia yang harus dihindari.

Sifat-sifat buruk ini, jika tidak dikendalikan, dapat menjauhkan manusia dari jalan yang benar dan membawa mereka kepada kebinasaan.

Berikut ini adalah beberapa sifat dan tabiat buruk manusia yang disebutkan dalam Al-Qur'an:

1. Kikir (Bakhil)

Sifat kikir atau bakhil merupakan salah satu sifat buruk yang dicela dalam Al-Qur'an. Manusia sering kali enggan berbagi harta dan kekayaan yang dimilikinya, meskipun itu adalah karunia dari Allah SWT.

Allah berfirman,

"Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa (kebakhilan) itu baik bagi mereka. Sebenarnya, itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Ali 'Imran: 180)

Baca Juga: 7 Adab saat Sedang Makan menurut Islam, Salah Satunya Tidak Boleh Menjelekkan Makanan

2. Sombong

Sifat sombong adalah salah satu sifat yang paling dibenci oleh Allah SWT. Manusia sering kali merasa lebih baik atau lebih tinggi daripada yang lain, sehingga melupakan bahwa segala sesuatu yang dimilikinya hanyalah titipan dari Allah.

Allah berfirman,

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Luqman: 18)

3. Hasad (Iri Hati)

Hasad atau iri hati adalah perasaan tidak senang terhadap keberuntungan atau kelebihan orang lain. Sifat ini sangat berbahaya karena dapat mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan demi menjatuhkan orang yang diirikan.

Allah berfirman,

"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan kepada keluarga Ibrahim kitab dan hikmah, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan yang besar." (An-Nisa': 54)

4. Inkar Terhadap Nikmat Allah

Sifat buruk ini merujuk kepada sikap manusia yang tidak bersyukur dan cenderung mengingkari nikmat yang telah Allah berikan. Mereka sering kali merasa tidak puas dengan apa yang mereka miliki dan selalu mengeluh.

Allah berfirman,

"Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa." (Fushilat: 51)

Baca Juga: Viral Polwan 'Ganggu Orang Makan', Bagaimana Adab Muslim Saat Orang Lain Sedang Makan?

5. Tergesa-gesa (Tidak Sabar)

Manusia sering kali bersifat tergesa-gesa dan tidak sabar dalam menghadapi ujian atau menunggu hasil dari usaha yang telah dilakukannya. Sifat tergesa-gesa ini dapat membawa kepada keputusan yang salah dan kerugian.

Allah berfirman,

"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."(Al-Isra: 11).

Al-Qur'an menyingkap sifat-sifat buruk manusia yang harus dihindari untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

Sifat-sifat seperti kikir, sombong, hasad, inkar terhadap nikmat Allah, dan tergesa-gesa adalah beberapa contoh dari tabiat buruk yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk mengendalikan diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Dengan memahami dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an tentang sifat dan tabiat buruk manusia, kita dapat lebih waspada dan berusaha untuk memperbaiki diri, sehingga menjadi hamba yang dicintai oleh Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.