Akurat

Makan Kecubung untuk Obat, Apakah Boleh?

Fajar Rizky Ramadhan | 13 Juli 2024, 07:00 WIB
Makan Kecubung untuk Obat, Apakah Boleh?

AKURAT.CO Kecubung, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Datura metel, adalah tanaman yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia.

Namun, penggunaannya sebagai obat masih menimbulkan kontroversi, terutama dalam pandangan agama Islam.

Bagaimana perspektif hadis mengenai hal ini?

Hadis tentang Pengobatan

Dalam Islam, ada banyak hadis yang memberikan panduan tentang pengobatan dan penggunaan tanaman obat. Salah satu hadis yang sering dirujuk adalah sebagai berikut:

نَزَلَ الْبَلَاءُ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا السَّمِّ وَالسِّحْرِ، فَتَدَاوَوْا عِبَادَ اللهِ فَإِنَّ اللهَ لَمْ يَجْعَلْ دَاءً إِلَّا جَعَلَ لَهُ شِفَاءً إِلَّا السَّمَّ وَالسِّحْرَ

Artinya: "Penyakit diturunkan ke setiap sesuatu kecuali racun dan sihir, maka berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena Allah tidak menciptakan penyakit kecuali Dia juga menciptakan obatnya, kecuali racun dan sihir." (HR. Ahmad).

Baca Juga: Hukum Makan Kecubung dalam Islam

Analisis Hadis dan Kecubung

Hadis di atas menekankan pentingnya mencari pengobatan untuk setiap penyakit, dengan pengecualian untuk racun dan sihir. Kecubung dikenal mengandung alkaloid tropane yang dapat beracun dalam dosis tertentu. Hal ini membuat penggunaannya sebagai obat harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Dalam pandangan medis modern, kecubung memiliki potensi sebagai bahan obat, terutama untuk kondisi seperti asma, nyeri, dan gangguan saraf. Namun, dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk halusinasi, delirium, bahkan kematian.

Penggunaan Kecubung dalam Perspektif Hadis

Hadis di atas tidak secara langsung menyebutkan kecubung, tetapi prinsip umumnya dapat diterapkan. Jika kecubung dianggap sebagai racun dalam dosis yang tidak tepat, maka penggunaannya untuk pengobatan harus sangat hati-hati dan berdasarkan pengetahuan yang tepat.

Islam mengajarkan bahwa menjaga kesehatan dan menghindari bahaya adalah prioritas utama. Oleh karena itu, jika ada risiko berbahaya dari penggunaan kecubung, sebaiknya dihindari atau digunakan di bawah pengawasan ahli medis.

Baca Juga: YouTuber Aya Ibrahim Diduga Nikah Siri dengan Manda Putri Aul, Begini Hukum Nikah Siri dalam Islam saat Istri Sah Hamil

Dalam pandangan Islam, penggunaan kecubung sebagai obat dapat diterima jika dilakukan dengan pengetahuan yang tepat dan di bawah pengawasan ahli, untuk menghindari risiko racun.

Hadis menekankan pentingnya mencari pengobatan untuk setiap penyakit, tetapi juga memperingatkan tentang bahaya racun. Oleh karena itu, kehati-hatian dan pengetahuan yang memadai sangat penting dalam menggunakan kecubung untuk tujuan pengobatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.