Akurat

Kenapa Seseorang Bisa Disebut Habib?

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Juni 2024, 12:00 WIB
Kenapa Seseorang Bisa Disebut Habib?

AKURAT.CO Kata "Habib" dalam bahasa Arab berarti "yang tercinta" atau "yang dikasihi".

Dalam konteks sosial dan keagamaan di dunia Islam, khususnya di Indonesia, gelar Habib diberikan kepada seseorang yang dianggap sebagai keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Gelar ini memiliki konotasi kehormatan dan spiritualitas tinggi.

Dalil-dalil Hadits

Hadits tentang Keturunan Nabi
Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ

Artinya: "Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilih aku dari Bani Hasyim." (HR. Muslim).

Baca Juga: Profil Habib Jafar Shodiq, Keturunan Rasulullah yang Wafat Akibat Kecelakaan di Tol Sragen

Hadits ini menunjukkan kemuliaan keturunan Nabi Muhammad SAW, yang menjadi dasar bagi penghormatan kepada keturunan beliau.

Hadits tentang Ahli Bait

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

كل سبب ونسب ينقطع يوم القيامة إلا سببي ونسبي

Artinya: "Setiap hubungan kekerabatan dan hubungan pernikahan akan terputus pada hari kiamat kecuali hubunganku dan keturunanku." (HR. Al-Hakim)

Ini menegaskan betapa pentingnya kedudukan keluarga dan keturunan Nabi Muhammad SAW di mata umat Islam.

Pendapat Ulama

Para ulama sepakat tentang pentingnya menghormati keturunan Nabi Muhammad SAW. Mereka juga memberikan penjelasan mengenai kriteria dan makna dari gelar "Habib".

Imam As-Suyuthi

Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Jami' al-Ahadith menekankan pentingnya menghormati keturunan Nabi SAW, serta peran mereka dalam menjaga ajaran Islam. Beliau mengatakan bahwa penghormatan terhadap keturunan Nabi adalah bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sendiri.

Baca Juga: Dikenal sebagai Sosok Kontroversial, Ini Sederet Latar Belakang Pendidikan Habib Bahar bin Smith

Ibnu Hajar Al-Haytami

Ibnu Hajar Al-Haytami dalam kitabnya Al-Fatawa Al-Hadithiyah menjelaskan bahwa seseorang disebut Habib jika dia dapat membuktikan silsilahnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW melalui jalur Bani Hasyim. Beliau juga menekankan bahwa Habib harus menunjukkan akhlak dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam sebagai bentuk teladan dari kakek buyut mereka, Nabi Muhammad SAW.

Gelar "Habib" bukan hanya sebuah penghormatan sosial, tetapi juga pengakuan terhadap warisan spiritual dan keagamaan yang diwarisi dari Nabi Muhammad SAW.

Dalil-dalil hadits dan pendapat ulama menunjukkan pentingnya menjaga dan menghormati keturunan Nabi sebagai bagian dari cinta dan penghormatan kepada beliau.

Gelar ini juga mengharuskan para Habib untuk menjalankan hidup sesuai dengan ajaran Islam dan menjadi teladan bagi umat.

Dengan memahami makna dan dasar dari gelar Habib, umat Islam diharapkan dapat lebih menghargai dan mendukung peran para Habib dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.