AKURAT.CO Puasa sunah Dzulhijjah adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Ada banyak pahala bagi siapapun yang mengerjakan dengan ikhlas.
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang penuh berkah, di mana terdapat banyak amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, termasuk puasa sunah pada sembilan hari pertama bulan tersebut, khususnya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Namun, siapa sebenarnya yang pertama kali melakukan puasa sunah Dzulhijjah?
Baca Juga: Niat Puasa Sunah Dzulhijjah, Dilengkapi Arab, Latin dan Artinya
Asal-Usul Puasa Dzulhijjah
Tradisi puasa pada bulan Dzulhijjah dapat ditelusuri kembali ke zaman Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW sendiri yang mencontohkan dan menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa pada hari-hari tertentu dalam bulan Dzulhijjah. Hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW secara konsisten berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dari istri Nabi, Hafshah binti Umar, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, puasa hari 'Asyura, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh (HR Ahmad dan An-Nasa’i).
Hadis ini menunjukkan bahwa praktik puasa pada hari-hari pertama Dzulhijjah berasal langsung dari Nabi Muhammad SAW, yang kemudian diikuti oleh para sahabat dan umat Islam hingga saat ini. Nabi Muhammad SAW mencontohkan ibadah ini sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Apa Nama Kerajaan Islam Pertama di Indonesia?
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan, khususnya bagi mereka yang berpuasa. Beberapa keutamaan tersebut antara lain:
1. Penghapusan Dosa:
Dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah, dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang" (HR Muslim).
2. Pahala Berlipat Ganda:
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana amal salih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini," yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, "Tidak juga jihad di jalan Allah?" Rasulullah menjawab, "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu pun" (HR Bukhari).
Puasa sunah Dzulhijjah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang pertama kali melaksanakan puasa tersebut dan memberikan teladan kepada umat Islam.
Keutamaan puasa ini sangat besar, termasuk penghapusan dosa dan pahala yang berlipat ganda. Dengan mengikuti jejak Nabi, umat Islam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.