AKURAT.CO Sejarah mencatat bahwa hubungan dagang antara pedagang Indonesia dan pedagang Islam telah berlangsung sejak abad ke-7.
Bukti-bukti dari berbagai sumber menyatakan bahwa interaksi perdagangan ini membawa pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya di Nusantara.
Berikut beberapa sumber yang menyatakan adanya hubungan ini:
1. Catatan Sejarah Arab
Sejarahwan Arab seperti Al-Masudi dalam karyanya "Muruj adh-Dhahab wa Ma'adin al-Jawhar" (Padang Emas dan Tambang Permata) menyebutkan bahwa pedagang Arab telah melakukan perjalanan ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Nusantara, untuk berdagang rempah-rempah, emas, dan barang-barang berharga lainnya. Catatan ini memberikan indikasi kuat bahwa hubungan dagang antara dunia Arab dan Nusantara sudah terjalin sejak awal abad ke-7.
Baca Juga: 5 Tingkatan Ikhlas secara Urut, Mana yang Paling Berkualitas?
2. Prasasti dan Artefak Arkeologi
Di beberapa wilayah di Indonesia, ditemukan prasasti dan artefak yang menunjukkan adanya pengaruh Islam. Salah satunya adalah Prasasti Gandasuli di Jawa Tengah yang diperkirakan berasal dari abad ke-8. Prasasti ini menampilkan kaligrafi Arab dan simbol-simbol Islam yang menunjukkan bahwa agama Islam dan budayanya sudah mulai dikenal dan berinteraksi dengan masyarakat setempat sejak abad tersebut.
3. Catatan dari Tiongkok
Catatan dari Dinasti Tang di Tiongkok juga menyebutkan adanya perdagangan antara para pedagang Tiongkok dengan para pedagang dari kawasan Asia Barat yang termasuk pedagang Arab dan Persia. Melalui jalur perdagangan maritim, para pedagang ini tidak hanya membawa barang dagangan tetapi juga pengaruh budaya dan agama, termasuk Islam. Jalur pelayaran ini menghubungkan Tiongkok, Nusantara, dan Timur Tengah, memperkuat bukti adanya hubungan dagang yang luas.
4. Sumber Lisan dan Legenda Lokal
Beberapa legenda dan cerita rakyat di Nusantara juga menggambarkan adanya hubungan dengan pedagang dari dunia Arab. Misalnya, legenda tentang Syekh Maulana Malik Ibrahim, yang dianggap sebagai salah satu penyebar Islam pertama di Jawa, mencerminkan adanya interaksi dan penyebaran agama melalui jalur perdagangan.
5. Penemuan Koin dan Barang Antik
Penemuan koin-koin Arab di beberapa situs arkeologi di Indonesia menunjukkan adanya transaksi perdagangan yang melibatkan mata uang dari dunia Islam. Koin-koin ini berasal dari dinasti Umayyah dan Abbasiyah yang menunjukkan bahwa hubungan dagang ini sudah ada sejak masa-masa awal penyebaran Islam.
Baca Juga: Sifat Syaja'ah Adalah? Ini Penjelasan Perspektif Islam
Hubungan dagang antara pedagang Indonesia dan pedagang Islam sejak abad ke-7 bukan hanya membuktikan adanya interaksi ekonomi, tetapi juga menunjukkan adanya pertukaran budaya dan agama yang berdampak besar pada perkembangan masyarakat Nusantara. Bukti-bukti dari catatan sejarah, prasasti, catatan Tiongkok, sumber lisan, serta penemuan arkeologi memberikan gambaran yang jelas tentang dinamika hubungan ini. Sejarah perdagangan ini menjadi bagian penting dari warisan budaya dan sejarah Indonesia.