Akurat

Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Besarnya Puasa Syawal, Yuk Simak!

Fajar Rizky Ramadhan | 14 April 2024, 05:19 WIB
Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Besarnya Puasa Syawal, Yuk Simak!

AKURAT.CO Ustaz Adi Hidayat atau UAH menjelaskan pahala puasa Syawal bagi umat Islam. Lantas, seperti apa besarnya pahala bulan Syawal? Simak penjelasan berikut ini.

Bulan Syawal merupakan salah satu bulan yang mulia dalam ajaran Islam. Di mana, pada bulan itu umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amalan-amalan sunnah seperti puasa Syawal.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: "Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Baca Juga: 5 Manfaat Puasa Syawal, Sama Seperti Puasa Setahun

Menurut Ustaz Adi Hidayat atau yang lebih akrab disapa UAH, ada tiga hal penting yang dapat diulas dari keterangan Hadits di atas.

Pertama, Nabi Muhammad SAW memberikan apresiasi yang tinggi kepada setiap insan beriman yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan dengan memberikan satu tambahan puasa enam hari di bulan Syawal. Di mana, dengan puasa enam hari ini nilai pahalanya sama satu tahun penuh.

"Rumusnya didapatkan dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 160," ucap UAH dalam video YouTube Adi Hidayat Official diunggah 3 Mei 2022.

مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشۡرُ اَمۡثَالِهَا‌ ۚ وَمَنۡ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزٰٓى اِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُوۡنَ‏

man jaaa'a bilhasanati falahuu 'ashru amsaalihaa wa man jaaa'a bissaiyi'ati falaa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzlamuun

Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi)".

Menurut UAH, kalau ada yang menunaikan puasa Ramadhan dengan sempurna selama satu bulan, maka dikalikan sepuluh, singkatnya senilai dengan sepuluh bulan.

"Bila kemudian satu bulan 30 hari dikali sepuluh sama dengan 300 dan enam hari dikalikan sepuluh sama dengan 60. Maka 300 ditambah 60 menjadi 360 hari" urai UAH.

Kedua, teknis pelaksanaan puasa Syawal diungkapkan dengan kalimat Tsumma Atba'ahu Sittan kemudian diikuti menggunakan diksi Tsumma. Lalu menggunakan kata Atba'a.

Baca Juga: Doa Mudik dan Balik Lebaran, Agar Diberi Keselamatan Selama di Perjalanan

"Ini memberikan kesan kepada kita bentuk umum dengan dua pemaknaan. Bisa berurutan, bisa juga berselang," kata UAH.

Artinya penunaian ibadah puasa Sunnah di bulan Syawal ini selama enam hari itu bisa dilakukan dengan dua cara. Bisa berurutan, bisa juga berselang karena kondisi tertentu.

Ketiga, persoalan bagi yang masih memiliki hutang puasa. Kasus ini biasanya melekat pada Muslimah yang datang haid di bulan Ramadhan.

"Maka jika bertemu qadha yang sifatnya wajib dengan yang Syawal yang sifatnya Sunnah, adabnya didahulukan yang qadha," pungkas UAH.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.