Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Besarnya Puasa Syawal, Yuk Simak!

AKURAT.CO Ustaz Adi Hidayat atau UAH menjelaskan pahala puasa Syawal bagi umat Islam. Lantas, seperti apa besarnya pahala bulan Syawal? Simak penjelasan berikut ini.
Bulan Syawal merupakan salah satu bulan yang mulia dalam ajaran Islam. Di mana, pada bulan itu umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amalan-amalan sunnah seperti puasa Syawal.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Baca Juga: 5 Manfaat Puasa Syawal, Sama Seperti Puasa Setahun
Menurut Ustaz Adi Hidayat atau yang lebih akrab disapa UAH, ada tiga hal penting yang dapat diulas dari keterangan Hadits di atas.
Pertama, Nabi Muhammad SAW memberikan apresiasi yang tinggi kepada setiap insan beriman yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan dengan memberikan satu tambahan puasa enam hari di bulan Syawal. Di mana, dengan puasa enam hari ini nilai pahalanya sama satu tahun penuh.
"Rumusnya didapatkan dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 160," ucap UAH dalam video YouTube Adi Hidayat Official diunggah 3 Mei 2022.
مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشۡرُ اَمۡثَالِهَا ۚ وَمَنۡ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزٰٓى اِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُوۡنَ
man jaaa'a bilhasanati falahuu 'ashru amsaalihaa wa man jaaa'a bissaiyi'ati falaa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzlamuun
Artinya: "Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizhalimi)".
Menurut UAH, kalau ada yang menunaikan puasa Ramadhan dengan sempurna selama satu bulan, maka dikalikan sepuluh, singkatnya senilai dengan sepuluh bulan.
"Bila kemudian satu bulan 30 hari dikali sepuluh sama dengan 300 dan enam hari dikalikan sepuluh sama dengan 60. Maka 300 ditambah 60 menjadi 360 hari" urai UAH.
Kedua, teknis pelaksanaan puasa Syawal diungkapkan dengan kalimat Tsumma Atba'ahu Sittan kemudian diikuti menggunakan diksi Tsumma. Lalu menggunakan kata Atba'a.
Baca Juga: Doa Mudik dan Balik Lebaran, Agar Diberi Keselamatan Selama di Perjalanan
"Ini memberikan kesan kepada kita bentuk umum dengan dua pemaknaan. Bisa berurutan, bisa juga berselang," kata UAH.
Artinya penunaian ibadah puasa Sunnah di bulan Syawal ini selama enam hari itu bisa dilakukan dengan dua cara. Bisa berurutan, bisa juga berselang karena kondisi tertentu.
Ketiga, persoalan bagi yang masih memiliki hutang puasa. Kasus ini biasanya melekat pada Muslimah yang datang haid di bulan Ramadhan.
"Maka jika bertemu qadha yang sifatnya wajib dengan yang Syawal yang sifatnya Sunnah, adabnya didahulukan yang qadha," pungkas UAH.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







