Malam Lailatul Qadar Sampai Jam Berapa? Begini Penjelasannya!

AKURAT.CO Malam Lailatul Qadar adalah salah satu keistimewaan yang hanya ada di bulan suci Ramadhan. Beberapa pendapat menyatakan jika malam ini terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Seluruh umat muslim berlomba-lomba mengerjakan amal ibadah di malam Lailatul Qadar. Mereka banyak mengerjakan shalat malam, dzikir, dan doa di waktu tersebut.
Berikut ini salah satu hadits mengenai malam Lailatul Qadar:
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
Artinya, "Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan)” (HR Ibnu Majah).
Baca Juga: Dari Jam Berapakah Malam Lailatul Qadar Dimulai?
Untuk waktu pelaksanaan malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam surat Al-Qadr. Disebutkan jika malam Lailatul Qadar berlangsung dari awal malam hingga waktu Shubuh. Artinya, ibadah-ibadah malam Lailatul Qadar dapat kita kerjakan mulai dari jam 7 malam sampai jam 4 dini hari.
Waktu mengenai malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi kedatangannya, karena hanya Allah Swt yang mengetahuinya. Meski begitu para ulama memperkirakan kapan datangnya malam ini dengan mengamati kondisi alam yang ada dan berdasarkan beberapa hadits Nabi:
Berikut ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang dilansir dari NU Online diantaranya:
1. Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.
2. Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas.
Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Artinya, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
Baca Juga: Tafsir Surah Al-Qadr Mengenai Malam Lailatul Qadar
Hanya saja, prediksi berdasarkan gejala alam tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk bisa meraih malam Lailatul Qadar. Ibnu Hajar al-Atsqalani sendiri menegaskan bahwa ciri-ciri gejala alam tersebut akan tampak setelah malam Lailatul Qadar-nya, bukan sebelum atau saat sedang terjadi sehingga kita bisa mempersiapkan diri sebelum tepat kedatangannya. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, t.t: juz IV, h. 260).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









