Akurat

Materi Kultum: 8 Perbuatan yang Bisa Membantu Menyempurnakan Puasa Ramadhan

Azis Muslim | 27 Maret 2024, 17:59 WIB
Materi Kultum: 8 Perbuatan yang Bisa Membantu Menyempurnakan Puasa Ramadhan

AKURAT.CO Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dinantikan olrh seluruh umat muslim. Sebab di bulan ini Allah memberikan rahmat, ampunan, serta karunia-Nya kepada hamba-Nya. Segala dosa yang dilakukan umat-Nya akan diampuni, dan semua doa yang dipanjatkan oleh umat-Nya akan dikabulkan.
Di bulan ini Allah mewajibkan seluruh umat-Nya untuk menunaikan ibadah puasa.

Bagi hamba-Nya yang telah memenuhi semua syarat dan rukunnya, wajib untuk menjalankan puasa di bulan mulia ini. Bahkan, kewajiban ini termasuk maklum minad din bid-dharurah (diketahui secara pasti dalam ajaran Islam).
Dengan diwajibkannya berpuasa, tentu kita harus benar-benar menjaga puasa ini dengan penuh kehati-harian selama satu bulan penuh.

Kita wajib menghindari segala hal yang dapat membatalkan puasa, menghilangkan pahalanya, serta hal-hal lain yang dapat merusak kesempurnaanya.

Semua yang dikerjakan saat puasa bukan hanya untuk mendapat rasa lapar dan haus semata, namun untuk diterima semua amal ibadahnya, terutama ibadah puasa. Maka dari itu penting bagi kita untuk memperhatikan segala perbuatan yang bisa membantu menyempurnakannya.

Baca Juga: Materi Kultum: Ramadhan Sebagai Bulan Turunnya Al-Qur’an

Syekh Muhyiddin Mitsu menjelaskan dalam kitabnya yang berjudul as-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, berbagai perbuatan yang bisa menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan kita, diantaranya yaitu:

Pertama, mengakhirkan sahur

Sahur merupakan salah satu pekerjaan yang dianjurkan saat bulan Ramadhan. Hal ini merupakan sunnah dari rasulullah, dan sebagai upaya agar kuat menjalani ibadah puasa selama sehari.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

اِسْتَعِيْنُوْا بِطَعَامِ السَّحَرِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ وَالْقَيْلُوْلَةِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ

Artinya, “Minta tolonglah kalian semua dengan makan sahur untuk puasa di siang hari, dan dengan tidur qailulah (menjelang shalat Dzuhur) untuk bangun malam.” (HR Ibnu Majah).

Syekh Muhyiddin Mitsu berpendapat jika sahur merupakan alternatif agar kuat berpuasa. Maka dari itu sebaiknya dilakukan di waktu akhir sahur tetapi tidak sampai terbit fajar sadiq (cahaya yang terlihat pada waktu subuh).

Kedua, menyegerakan berbuka

Menyegerakan buka puasa adalah salah satu sunnah Nabi. Waktunya yaitu saat matahari sudah benar-benar terbenam. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut:

لَا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا اَلْفِطْرَ

Artinya, “Orang-orang senantiasa dalam kebaikan, selama mereka masih menyegerakan berbuka.” (Muttafaq Alaih).

Ketiga, istiqamah menjalankan shalat tarawih

Salah satu penyempurna ibadah puasa yaitu istiqamah menjalankan shalat tarawih. Shalat tarawih hanya bisa dilakukan saat bulan ramadhan, maka kita harus manfaatkan kesempatan ini dengan melakukkan dengan istiqamah.

Menurut Syekkh Muhyiddin Mitsu manfaat mengerjakan shalat tarawih sangat banyak, diantaranya:

تُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ

Artinya, “(Shalat tarawih) berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat ibadah, dan ampunan dosa-dosa.”

Keempat, menjaga lisan

Hal yang penting untuk dilakukan saat bulan Ramadhan yaitu menjaga lisan dengan menghindari perkataan yang dapat menghilangkan pahala. Contohnya yaitu membicarakan orang lain, berbohonf, mengadu domba, dan mengucapkan sumpah palsu.

Baca Juga: Materi Kultum: Istiqomah Beribadah di Bulan Ramadhan

Sebagaimana sabda Rasulullah berikut:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, dan (bahkan) melakukannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR Abu Hurairah).

Kelima, menahan syahwat

Menahan diri dari segala bentuk syahwat merupakan sebab sempurnanya ibadah puasa. syahwat yang dimaksud di sini bukan hanya sebatas hal-hal yang diharamkan. Karena hal itu sudah jelas larangannya dalam agama Islam, melainkan juga perihal keinginan yang halal. Tujuan dilakukannya hal ini berdasarkan Syekh Muhyiddin Mitsu yaitu agar tujuan puasa benar-benar nyata berupa menahan diri dari segala keinginan jasmani dan rohani.

Seperti sabda Rasulullah:

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعَكَ وَبَصَرَكَ وَلِسَانَكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَحَارِمِ وَدَعْ أَذَى الْخَادِمَ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وِقَارٌ وَسَكِيْنَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَصَوْمِكَ سَوَاءً

Artinya, “Jika engkau berpuasa, maka berpuasalah (tahanlah) pendengaranmu, penglihatanmu, lisanmu, dari berbohong dan hal-hal yang diharamkan, dan tinggalkanlah menyakiti tetangga, dan bersikaplah penuh dengan wibawa dan ketenangan pada hari puasamu, dan janganlah kamu jadikan hari berbukamu dan hari puasamu sama.” (HR Jabir bin Abdullah).


Keenam, berbuka dengan makanan halal

Hal yang harus diperhatikan agar puasa yang kita kerjakan ini sempurna yaitu ke-halal-an makanan yang kita konsumsi. Apakah makanan tersebut mengandung zat yang diharamkan atau dihasikan dari uang yang haram. Kita harus menghindari jenis makanan tersebut agar dapat meraih kesempurnaan puasa.

Ketujuh, banyak membaca Al-Qur’an

Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya ayat Al-Qur’an ke dunia. Maka dari itu umat Islam dianjurkan untuk banyak membaca Al-Qur’an di bulan mulia ini. Hal ini bertujuan untuk bisa meraih kesempurnaan puasa selama Ramadhan.

Kedelapan, meningkatkan ketakwaan
Hal yang penting untuk dikerjakan saat Ramadhan yaitu peningkatan dan konsistensi mengerjakan ibadah selama Ramadhan.

Dengan begitu ketakwaan kita kepada Allah swt dapat meningkat. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Dengan begitu, kita harus fokus menjalankan puasa dan mengerjakan ibadah sunnah yang ada di dalamnya. Karena di bulan ini Allah akan melipatgandakan segala amal ibadah yang kita lakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi