Akurat

Kultum Ramadhan Akurat.co, Ustadz Marjuki Jelaskan Golongan Orang yang Dirindukan Surga

Azis Muslim | 19 Maret 2024, 18:36 WIB
Kultum Ramadhan Akurat.co, Ustadz Marjuki Jelaskan Golongan Orang yang Dirindukan Surga

AKURAT.CO Pada hari kedelapan bulan suci Ramadhan, program Kultum Akurat.co menghadirkan Da’i Nasional sekaligus Pimpinan Ponpes Yatim Elmasobbiyah Min Ahlissunnah Wal Jama'ah Bekasi, Ustadz Marjuki Hasanuddin, S.Sos.I., M.Pd.I.,CDAI. sebagai pembicara.

Program Kultum Akurat.co disiarkan di kanal YouTube resmi Akurat.co. Program yang ditayangkan pada Selasa (19/3/23), Pukul. 17.30 WIB ini membawakan tema “Empat Orang yang Dirindukan Surga”.

Da’i Nasional sekaligus Dosen STAI Duta Bangsa Bekasi ini menjelaskan jika saat bulan Ramadhan Rasulullah menyampaikan ada empat golongan yang dirindukam oleh surga. Golongan pertama yaitu ahli Qur’an atau orang yang gemar membaca Al-Qur’an.

“Orang yang gemar membaca Al-Qur’an adalah orang yang senantiasa mengkaji, senang dengan bacaan dan prinsip dalam Al-Qur’an dan tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an. Jika tidak membaca Al-Qur’an, jiwanya akan gersang,” Ujar Ustadz Marjuki Hasanuddin dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co.

Baca Juga: Puasa Beduk atau Puasa Setengah Hari, Bagaimana Hukumnya?

Lebih lanjut ia menyebutkan orang yang dirindukan surga yaitu orang yang pandai menjaga lidah. Ia mengatakan jika lidah merupakan anggota tubuh yang kecil, tetapi akibat yang diberikan dari lidah berupa kata yang kita ucapkan bisa berdampak besar.

“Hati-hati yang sedang berpuasa, lidah kita dijaga. Jangan pernah kita ghibah sama manusia, jangan pernah kita saling mengadu domba. Karena pahala puasa kita dapat berkurang dengan kita banyak berghibah dengan orang. Naudzubillah min zalik,” ucapnya.

Dalam ceramah yang berjudul “Empat Orang yang Dirindukan Surga”, Ustadz Marjuki menuturkan golongan ketiga yang dirindukan surga adalah orang yang senantiasa memberi makan orang yang lapar. Beliau mengajak kita untuk memberi makan kepada orang yang lapar, anak yatim, serta orang yang berpuasa.

“Ingat, apa yg kita berikan kepada orang yang berpuasa. Pahala yang Allah SWT berikan kepada kita sama dengan orang yang melakukan puasa. MasyaAllah,” ungkapnya.

Ustadz Marjuki menuturkan golongan terakhir yang dirindukan surga yaitu orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan. Beliau juga mengutip ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 mengenai perintah puasa.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

“Apa fungsi dan dampak baik dari puasa yaitu agar menambah taqwa kita kepada Allah SWT. MasyaAllah,” kata beliau.

Baca Juga: 7 Golongan yang Tidak Diwajibkan Melakukan Puasa

Ustadz Marjuki menganjurkan kita untuk tidak meninggalkan puasa. Karena puasa adalah kewajiban bagi orang-orang yang beriman. Dan makna yang dirasakan oleh orang berpuasa adalah mengajarkan tarbiyah, bersabar, serta menjadi orang yang senantiasa diberkahi Allah SWt.

Kultum Ramadhan Akurat.co yang menghadirkan banyak penceramah ini merupakan kerjasama antara Akurat.co dengan Bank Syariah Insonesia(BSI) dan Jamkrindo. Program yang tayang selama bulan Ramadhan setiap pukul 17.30 WIB ini tayang di kanal YouTube resmi Akurat.co.

Profil Ustadz Marjuki Hasanuddin, S.Sos.I., M.Pd.I.,CDAI.

- Alumni STAI Al Mabrur Indonesia Jakarta
- Alumni Universitas Satyagama
- Alumni Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta
- Dosen STAI Duta Bangsa Bekasi Merangkap Wakil Ketua 2
- Dosen STIT Tarbiyatunnisa Sentul Bogor
- Pimpinan Ponpes Yatim Elmasobbiyah Min Ahlissunnah Wal Jama'ah Bekasi
- Pimpinan DTA Nurul Ikhlas Kota Bekasi
- Ketua Ikatan Da'i Muda Indonesia (IDMI) Wilayah Jawa Barat
- Ketua Komisi Dakwah ADDAI Jawa Barat

Ustadz Marjuki dapat ditemui dalam laman facebook dengan nama akun "Uki Iku".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi