Akurat

9 Hal yang Membatalkan Puasa, Umat Islam Wajib Tahu Agar Puasanya Sah dan Diterima Allah

Fajar Rizky Ramadhan | 13 Maret 2024, 07:42 WIB
9 Hal yang Membatalkan Puasa, Umat Islam Wajib Tahu Agar Puasanya Sah dan Diterima Allah

AKURAT.CO Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam.

Bahkan hal yang sangat perlu diperhatikan bagi orang yang berpuasa salah satunya adalah memperhatikan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Jangan sampai tidak mengetahuinya sehingga tidak merasa kalau ternyata puasanya batal sebab melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Sebagaimana dilansir NU Online, hal-hal yang dapat membatalkan puasa adalah sebagai berikut: 

1. Makan, minum dan bersetubuh dengan sengaja. 

2. Sesuatu yang masuk sampai ke tenggorokan, baik berkumur ketika wudhu atau menelan sesuatu benda dan yang lainnya. 

3. Keluar mani dengan sengaja, seperti karena berlama-lama memandang wanita, mengkhayal, berciuman atau bersentuhan dengan wanita sehingga keluar mani. 

4. Muntah dengan sengaja. 

Baca Juga: 3 Al-Quran Online, Bisa Jadi Alternatif Membaca Ayat Suci di Bulan Ramadhan saat di Luar Rumah

Rasulullah SAW bersabda:

 وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ 

Barangsiapa muntah dengan sengaja maka wajib mengqadha' (puasanya). (HR. Tirmidzi). 

Adapun muntah tanpa sengaja, tidak membatalkan puasa. 

5. Barangsiapa makan atau minum, dia menyangka telah maghrib, temyata masih siang, maka puasanya batal. 

6. Tidak bemiat puasa pada malam harinya. 

7. Keluamya darah haid atau nifas. 

8. Murtad.

9. Hilang akal atau gila. 

Dari sembilan hal yang membatalkan puasa di atas maka seseorang harus mengganti puasa di luar bulan puasa dengan tanpa membayar kafarah. Kecuali jika seseorang berhubungan badan di siang hari di bulan puasa, maka ia harus membayar kafarah. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.