Seminggu Lagi Ramadhan Tiba, Ini Manfaat Ibadah Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Mental

AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu ibadah yang termasuk dalam rukun Islam. Pada bulan Ramadhan, seluruh umat muslim wajib menjalani puasa selama satu bulan penuh.
Saat berpuasa, kita harus menahan rasa lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga matahari tenggelam. Karena tubuh tidak menerima asupan, energi yang biasanya digunakan tubuh untuk mencerna makanan jadi tidak terpakai. Energi tersebut akhirnya dipakai oleh otak untuk memaksimalkan fungsinya.
Selain bermanfaat bagi fisik, puasa juga berguna untuk kesehatan mental. Dilansir dari Alodokter, berikut ini manfaat puasa bagi kesehatan mental:
1. Mengurangi Stres
Dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada “Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health”, puasa dapat membantu menghilangkan stres. Menurut Psikiater yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri FK KMK UGM, puasa memiliki efek langsung dalam menghilangkan stres.
Dijelaskan juga jika saat berpuasa orang cenderung membuat jadwal makan yang lebih baik. Jadwal makan yang baik bisa berpengaruh pada cara berpikir menjadi lebih teratur.
Selain itu, puasa juga bisa menstabilkan hormon kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres) yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Sederhananya, hal ini dapat menurunkan tingkat stres dalam pikiran.
2. Meningkatkan Suasana Hati
Berdasarkan penelitian Journal of Nutrition Health & Aging, ditemukan jika setelah 3 bulan puasa intermiten, peserta studi melaporkan suasana hati yang membaik. Tidak hanya itu, mereka juga merasakan penurunan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan.
3. Meningkatkan Memori
Penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, menemukan jika kita membatasi jam makan seperti puasa terbukti dapat meningkatkan daya ingat.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Puasa Dilakukan di Bulan Ramadhan!
Dalam studi tersebut, dijelaskan setelah subjek penelitian melakukan empat minggu puasa intermiten, kinerja pada tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja meningkat secara signifikan. Selain itu, penelitian tambahan pada hewan juga ditemukan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan pembelajaran dan daya ingat.
4. Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Negatif
Puasa merupakan ibadah yang dapat meningkatkan akhlak serta kebiasaan yang baik. Ibadah ini bukan hanya menahan diri dari rasa lapar dan dahaga saja. Puasa saat bulan Ramadan juga dapat membantu menjauhkan diri dari keburukan dan kebiasaan negatif. Contohnya seperti marah, berdebat, berkelahi, atau bernafsu.
Itulah manfaat ibadah puasa Ramadhan bagi kesehatan mental. Semoga kita senantiasa dapat beribadah dengan baik di bulan Ramadhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









