Alasan Malam Nisfu Sya'ban Tidak Dirahasiakan seperti Malam Lailatul Qadar

AKURAT.CO Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang memiliki banyak keutamaan. Pada malam ini Allah SWT memberikan keberkahan, rahmat, serta ampunan bagi hamba-Nya.
Selain malam Nisfu Sya’ban terdapat malam yang istimewa dalam Islam yaitu malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar juga merupakan waktu mustajab bagi umat muslim untuk berdo’a.
Berbeda dengan malam Nisfu Sya’ban yang sudah ditentukan waktunya pada tanggal 15 Sya’ban. Terjadinya malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT sehingga ada berbagai pendapat ulama terkait kapan waktu datangnya malam ini.
Lalu apa alasan malam Nisfu Sya’ban tidak dirahasiakan seperti malam Lailatu Qadar?
Baca Juga: Tata Cara Membaca Yasin Tiga Kali, Salah Satu Amalan di Malam Nisfu Sya’ban
Dilansir dari NU Online, Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam Ghunyatuth Thalibin, alasan Allah tidak merahasiakan malam Nisfu Sya’ban ialah karena pada malam ini lebih dominan sisi ‘penentuan nasib’ seorang manusia. Pada malam nisfu Sya’ban, seluruh amal perbuatan manusia selama satu tahun akan dilaporkan di hadapan-Nya.
Selama satu tahun, manusia akan diperhatikan apakah ia semakin dekat dengan-Nya atau justru semakin diperbudak oleh hawa nafsunya. Di malam ini pula Allah SWT memberi keputusan siapa yang layak mendapat ridha-Nya dan siapa yang tertimpa azab-Nya. Pada malam Nisfu Sya’ban akan terlihat siapa yang beruntung dan celaka. Oleh karena itu, malam Nisfu Sya’ban tidak dirahasiakan oleh Allah SWT.
Sedangkan alasan malam Lailatul Qadar dirahasiakan yaitu karena malam ini lebih dominan sisi rahmat dan ampunan di dalamnya. Bagi siapapun yang merayakan Lailatul Qadar, ia akan diberi kemuliaan dan pahala yang tidak terhingga. Oleh karena itu, Allah SWT merahasiakannya agar umat Islam tidak mengandalkan Lailatul Qadar sebagai satu-satunya waktu untuk beribadah secara serius.
Baca Juga: 10 Nama Lain Malam Nisfu Syaban, Malam yang Penuh Berkah
Dengan dirahasiakannya Lailatul Qadar, akan terlihat siapa hamba yang benar-benar istiqomah dalam mengerjakan ibadahnya dan siapa yang hanya beribadah secara musiman. Allah SWT sangat merahasiakan kapan malam seribu bulan tersebut terjadi. Malam ini bisa terjadi pada tanggal 21, 23, 25, 27 Ramadhan atau bahkan di sepanjang bulan Ramadhan yang berpotensi Lailatul Qadar, namun kapan waktu persisnya hanya Allah SWT yang mengetahui.
Maka dari itu sebagai hamba yang taat, kita harus memperbanyak ibadah dan do’a di hari-hari tersebut agar bisa meraih sa’atul istijabah (waktu doa mustajab)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









