Ini Cara Agar Dicintai Allah Menurut Ustaz Adi Hidayat, Bener Masih Tidak Mau Mengamalkan?

AKURAT.CO Tak ada makhluk yang tidak ingin dicintai oleh Allah SWT. Semua makhluk di muka bumi ini pasti berharap dapat dicintai oleh-Nya. Tetapi sebelum itu, kita harus terlebih dahulu berusaha untuk mencintai Allah SWT.
Cinta kepada Allah menjadi sebuah nutrisi bagi hati manusia, sehingga timbul rasa tenang saat menjalani kehidupan. Berusaha mencintai Allah berarti berusaha untuk selalu patuh kepada apa yang diperintahkan serta menjauhi larangan-Nya.
Bagi beberapa orang perkara ini sulit untuk dilakukan, tetapi sulit bukan berarti tidak bisa. Terdapat beragam amalan yang bisa dilakukan untuk mencintai dan dicintai oleh Allah.
Baca Juga: Bagaimana Etika dalam Islam Bagi Manusia? Ini 7 Aspek Etika untuk Kehidupan yang Berkualitas
Lantas bagaimana cara untuk mencintai dan dicintai oleh Allah?
Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah tayangan video yang diunggah di akun YouTube resminya (Adi Hidayat Official) memberikan jawabannya mengenai sebuah amalan mudah yang disukai oleh Allah. Amalan ini merujuk pada firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 222:
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya :” Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.
Ustadz Adi Hidayat kemudian menuturkan bahwa berdasarkan ayat di atas, amalan yang dapat kita lakukan agar mendapatkan cintanya Allah adalah dengan rajin beristighfar dan menjauhkan diri dari maksiat.
Adapun waktu yang bagus untuk melatih lisan beristighfar, lanjut Ustadz Adi Hidayat, terdapat pada lima hingga sepuluh menit sebelum subuh. Waktu yang demikian dikenal dengan istilah waktu sahar. Sedangkan latihan beristighfar itu sendiri dilakukan hingga lisan kita memiliki reflek untuk selalu beristighfar disetiap keadaan.
“Jadi tiba-tiba mau minum bisa istighfar, mau makan bisa istighfar. Kalau sudah lekat dengan itu, tanpa terasa akan ada jagaan Allah kepada kita dari perbuatan maksiat” Ujar Ustadz Adi Hidayat dalam tayangan akun YouTube resminya (Adi Hidayat Official), dikutip pada Selasa (30/1/2024).
Secara lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan mengenai tanda-tanda ketika Allah sudah mencintai hamba-Nya. Tanda utama ketika Allah telah mencintai hamba-Nya tidak terletak pada hartanya melainkan terletak pada perilakunya yang jauh dari maksiat. Sebab ketika dicintai oleh Allah, seorang manusia akan ditutup dosanya kemudian dijauhkan dari perbuatan maksiat.
Selanjutnya jika istighfar sudah rutin dilakukan, dapat menghadirkan nikmat Allah sebelum kita menjalani kebutuhannya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika kita ingin mencintai dan dicintai Allah SWT, yang dapat kita lakukan adalah dengan istiqomah beristighfar dengan hati yang ikhlas. Sehingga kemudian kita dapat merasakan nikmat dari beristighfar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










