Asal Muasal Ayyamul Bidh, Puasa Sunnah Tiga Hari yang Setara Berpuasa Sebulan Lamanya

AKURAT.CO Puasa sunnah ayyamul bidh pada bulan terakhir di tahun 2023 ini berlangsung selama tiga hari, yakni sejak tanggal 26-29 Desember 2023 mendatang. Sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan, berikut asal muasal penetapan puasa ayyamul bidh bagi umat muslim.
Puasa sunnah ayyamul bidh merupakan amalan yang dikerjakan selama tiga hari berturut-turut setiap pertengahan bulan, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15, berdasarkan tanggalan bulan-bulan hijriah.
Dilansir dari NU Online, puasa ayyamul bidh sangatlah dianjurkan untuk dilakukan, dimana amalan berpuasa selama tiga hari berturut tersebut setara dengan berpuasa selama sebulan lamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya: “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kau lakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).
Baca Juga: Inilah 5 Rekomendasi Wisata Religi yang Bisa Dikunjungi saat Libur Akhir Tahun
Berdasarkan makna dari hadits tersebut, seseorang yang mengamalkan tiga hari berpuasa ayyamul bidh yang amalannya setara dengan berpuasa sebulan penuh, maka seakan berpuasa selama setahun lamanya apabila rutin dikerjakan setiap bulannya.
Sementara itu, penamaan amalan sunnah ini sendiri diambil dari kisah Nabi Adam AS yang diturunkan dari surga ke muka bumi, kemudian tubuhnya menghitam atau gosong. Hal ini dijelaskan dalam Kitab Umdatul Qari’ Syarhu Shahihil Bukhari, sebagai berikut:
ثُمَّ سَبَبُ التَّسْمِيَةِ بِأَيَّامِ الْبِيضِ مَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ إِنَّمَا سُمِيَتْ بِأَيَّامِ الْبِيضِ لِأَنَّ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لَمَّا أُهْبِطَ إِلَى الْأَرْضِ أَحْرَقَتْهُ الشَّمْسُ فَاسْوَدَّ فَأَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَيْهِ أَنْ صُمْ أَيَّامَ الْبِيضِ فَصَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ فَأبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّانِيَّ اِبْيَضَّ ثُلُثُ جَسَدِهِ فَلَمَّا صَامَ الْيَوْمَ الثَّالِثَ اِبْيَضَّ جَسَدُهُ كُلُّهُ
Artinya: “Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarnya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih): “Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)”. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”
Baca Juga: Larangan Politik Identitas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, Umat Islam Wajib Baca Agar Tidak Tertipu
Sementara itu, pendapat lain menyebut bahwa penamaan ayyamul bidh didasarkan pada kondisi alam ketika pertengah bulan, dimana malam-malam pada waktu tersebut senantiasa terang benderang dengan cahaya bulan purnama.
وَقِيلَ سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّ لَيَالِي أَيَّامِ الْبِيضِ مُقْمِرةٌ وَلَمْ يَزَلِ الْقَمَرُ مِنْ غُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى طُلَوعِهَا فِي الدُّنْيَا فَتَصِيُر اللَّيَالِي وَالْأَيَّامُ كُلُّهَا بِيضًا
Artinya: “Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).
Berdasarkan penjelasan tersebut, keistimewaan pada waktu-waktu ayyamul bidh sudah seharusnya diiringi dengan beribadah kepada Allah SWT melalui ibadah puasa selama tiga hari agar setiap muslim ikut mendapatkan keutamaan serta pahala yang besar dari amalan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








