Ulama MUI Prihatin Gaya Hidup Hedon Public Figure: Berdampak Buruk Bagi Masyarakat

AKURAT.CO -Tren gaya hidup hedon sejumlah artis dan public figure di Indonesia mendapat sorotan dari kalangan ulama. Prilaku seperti ini dinilai bertentangan dengan ajaran Islam dan berakibat buruk bagi masyarakat.
Fenomena pergi ke tempat hiburan malam, dan karaoke yang ditunjukkan oleh public figur seperti selebriti, pengacara, dan pengusaha setiap saat terlihat di media sosial. Mereka mengunggah aktivitas tersebut di akun pribadi masing-masing.
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Irsyad Al Faruq, memberi tanggapan bahwa perilaku gaya hidup hedon mengkhawatirkan dan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Adanya oknum artis dan tokoh publik yang bergaya hidup seperti itu merupakan perilaku yang berdampak negatif bagi diri sendiri, sebab bisa melahirkan sikap sombong," kata Kiai Irsyad, dalam keterangan tertulisnya kepada media, Senin (4/11/2023).
Baca Juga: Hadiri Mukernas III MUI, Prabowo: Tidak Ada Kemakmuran Jika Rakyat Tak Bahagia
Sementara itu dampak negatif yang bisa timbul bagi orang lain, lanjutnya, dikhawatirkan perilaku hidup hedon ini dapat menjadi trend yang dianggap sebagai sesuatu yang normal di tengah masyarakat.
"Karena menjadi standar gaya hidup kekinian, sehingga orang-orang menganggap sebagai hal yang normal," kata Irsyad.
Kiai Irsyad juga menyebutkan, gaya hidup hedon dan pamer kemewahan merupakan perilaku yang dilarang agama.
"Dalam Al-Quran dan hadits, bahwa sudah sangat jelas fleximg ini sikap sombong, pamer, ingin dipandang mewah orang lain, itu tidak dibenarkan oleh agama," katanya lagi.
Adapun klub-klub malam yang menjadi arena pamer gaya hidup hedon, lanjut Irsyad, bukan hanya dibatasi, tetapi juga harus ditutup.
"Tempat-tempat yang menjadi arena hidup hedon, bisa menimbulkan adanya perilaku yang menyimpang, adanya tindakan yang tidak pantas, perkelahian, dan seterusnya," kata pria yang juga dewan pengasuh Pondok Pesantren Nur Antika, Banten ini.
Pihaknya memberi imbauan kepada umat Islam untuk tidak mengikuti hal negatif seperti gaya hidup hedon ini. Baik secara keagamaan atau secara sosial media, umat Islam tidak boleh menganggap sebagai trend yang positif, namun negatif.
"Umat Islam tidak boleh mengikuti trend yang negatif," pungkasnya.**
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







