Akurat

Hukum Percaya Ramalan Zodiak Dalam Islam

Tria Sutrisna | 8 November 2023, 11:07 WIB
Hukum Percaya Ramalan Zodiak Dalam Islam

AKURAT.CO Sebagian orang, terutama kalangan remaja kerap memercayai zodiak dan ramalan bintang sebagai penentu karakter dan takdir mereka, ramalan zodiak sering dijadikan sebagai patokan dalam mengukur nasib seseorang. 

Salah satunya, dalam penerbitan dan majalah, ramalan zodiak menjadi salah satu rubrik yang selalu dinantikan.

"Saya lahir bulan apa, kira-kira nanti saya akan seperti apa ya?"

Baca Juga: Pilih Pasangan Dengan Zodiak Ini, Karena Mereka Yang Paling Berkomitmen

Ini merupakan tradisi yang telah berlangsung lama dalam sejarah manusia, di mana ramalan-ramalan semacam itu selalu ada.

Namun, bagaimana sebenarnya Islam memandang umat muslim yang percaya terhadap zodiak? Simak hukum percaya ramalan zodiak dalam Islam di bawah ini.

Islam tentunya melarang untuk percaya kepada selain Allah SWT, salah satunya dalam hal memercayai zodiak sangat dilarang bahkan haram.

"Katakanlah (hai Muhammad) tidak ada seorang pun yang ada di langit dan di bumi mengetahui perkara gaib kecuali Allah saja" (QS: An-Naml: 65).

Dalam Islam, keyakinan utama adalah tunduk dan berserah diri hanya kepada Allah SWT. dan tidak pada makhluk-Nya, termasuk bintang-bintang. Itu adalah dasar prinsip tauhid yang mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan dijadikan sebagai penuntun dalam kehidupan.

Oleh karena itu, ramalan bintang atau zodiak tidak seharusnya menjadi fokus utama kepercayaan atau panduan dalam agama Islam.

Menurut Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengenai hukum membaca ramalan bintang atau zodiak dan semisalnya.

Dalam Islam, praktik ilmu bintang, horoskop, zodiak, dan rasi bintang dianggap sebagai amalan jahiliyah. Islam datang untuk membersihkan umatnya dari praktik-praktik yang melibatkan kesyirikan, seperti ketergantungan pada selain Allah, keyakinan bahwa bahaya dan manfaat berasal dari selain Allah, dan pembenaran terhadap pernyataan tukang ramal yang seringkali penuh dengan kedustaan.

Penting bagi umat Islam untuk menjauhi praktik-praktik semacam itu dan mematuhi ajaran tauhid yang mengajarkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan menjadi sumber segala kebaikan dan petunjuk. Kesadaran akan bahaya kesyirikan dalam praktik seperti tukang ramal juga penting untuk menjaga keimanan dan keyakinan dalam agama Islam.

Dalil di atas merupakan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab sunannya dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

“Barangsiapa mengambil ilmu perbintangan, maka ia berarti telah mengambil salah satu cabang sihir, akan bertambah dan terus bertambah.”

Baca Juga: 5 Zodiak Yang Kuat Dan Awet Menikmati Hubungan Jarak Jauh Alias LDR

Oleh karena itu, bacaan zodiak atau ramalan bintang sebaiknya dianggap sebagai bahan untuk refleksi atau hiburan semata. Penting bagi muslim yang beriman untuk tidak menggantungkan nasib dan kehidupan mereka sepenuhnya pada ramalan zodiak. Keyakinan sejati harus diletakkan pada Allah SWT, dan hanya Dia yang patut diandalkan dalam segala aspek kehidupan.

Bacaan zodiak bisa menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik atau berhati-hati, tetapi selalu ingat bahwa nasib kita di tangan Allah. Kemampuan untuk menjaga akidah yang kuat dan berserah diri kepada Allah SWT dalam segala hal adalah landasan utama dalam agama Islam. (Maulidia Azzahra)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
R