Akurat

Sejarah Pemilihan Abu Bakar Menjadi Pemimpin Setelah Nabi

Thony H | 5 September 2023, 14:10 WIB
Sejarah Pemilihan Abu Bakar Menjadi Pemimpin Setelah Nabi

AKURAT.CO, Abu Bakar, yang juga dikenal sebagai Abu Bakar al-Siddiq, dipilih sebagai pemimpin komunitas Muslim setelah kematian Nabi Muhammad pada tahun 632 M. Pemilihan Abu Bakar sebagai pemimpin, atau Khalifah pertama, terjadi dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Pemilihan Saqifah." Setelah kematian Nabi, para sahabat terdekat dan tokoh-tokoh penting Muslim berkumpul di Saqifah Bani Sa'ida di Madinah untuk memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin umat Muslim.

Dalam pertemuan ini, Abu Bakar, Umar ibn Khattab, dan Abu Ubaidah ibn al-Jarrah adalah beberapa tokoh yang memainkan peran kunci. Abu Bakar diusulkan oleh Umar ibn Khattab dan diakui sebagai pemimpin oleh banyak sahabat yang hadir di Saqifah. Meskipun ada kontroversi dan ketegangan, akhirnya, Abu Bakar dipilih sebagai Khalifah pertama dalam apa yang dikenal sebagai "Pemilihan Saqifah." Ini adalah awal dari kepemimpinan Abu Bakar, yang dikenal sebagai salah satu Khalifah terbaik dalam sejarah Islam dan merupakan sahabat terdekat Nabi Muhammad.

Setelah dipilih sebagai Khalifah, Abu Bakar al-Siddiq menghadapi banyak tantangan dalam memimpin umat Muslim. Salah satu tugas terpentingnya adalah mengkonsolidasikan kepemimpinan di seluruh wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Nabi Muhammad. Selama masa pemerintahannya, banyak penaklukan wilayah dilakukan dalam perang yang dikenal sebagai "Ridda Wars" atau "Perang melawan Murtad," untuk memastikan kesatuan dan kestabilan dalam masyarakat Muslim.

Baca Juga: Biografi Abu Bakar As-Shiddiq

Salah satu tindakan terkenal Abu Bakar adalah mengumpulkan dan menyusun teks Al-Quran dalam bentuk satu kitab tunggal yang kemudian dikenal sebagai "Mushaf Abu Bakar." Langkah ini penting untuk memastikan kelestarian Al-Quran dalam bentuk tertulis yang akurat.

Abu Bakar al-Siddiq memimpin umat Muslim selama sekitar dua tahun sebelum wafat pada tahun 634 M. Setelah kematiannya, Khalifah selanjutnya adalah Umar ibn Khattab, yang juga merupakan salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad. Kepemimpinan Abu Bakar memberikan landasan kuat bagi masa depan Islam dan menjadi contoh bagi Khalifah yang datang setelahnya dalam menjalankan tugas kepemimpinan dalam masyarakat Muslim awal.

Setelah kepemimpinan Abu Bakar al-Siddiq, Islam mengalami perkembangan pesat di bawah pemerintahan Khalifah-khalifah selanjutnya, termasuk Umar ibn Khattab, Utsman ibn Affan, dan Ali ibn Abi Talib. Era Khulafaur Rasyidin ini dikenal sebagai masa empat khalifah yang mendapat pujian sebagai pemimpin-pemimpin yang adil dan berkomitmen terhadap ajaran Islam.

Baca Juga: 10 Kata Bijak Habib Umar Bin Hafidz

Di bawah kepemimpinan Abu Bakar, pengembangan wilayah dan penyebaran Islam terus berlanjut. Kampanye militer dilakukan untuk menaklukkan wilayah-wilayah di luar Arab, membuka jalan bagi penyebaran agama Islam ke seluruh dunia. Peran penting Abu Bakar dalam pengumpulan Al-Quran juga membantu menjaga teks suci tersebut agar tetap autentik dan tak terubah.

Namun, masa kepemimpinan Abu Bakar juga tidak terlepas dari perbedaan pendapat dan tantangan internal, termasuk pemberontakan beberapa suku Arab di dalam masyarakat Muslim. Abu Bakar menghadapi situasi-situasi ini dengan tegas dan bijaksana.

Abu Bakar al-Siddiq tetap dihormati dalam sejarah Islam sebagai salah satu pemimpin yang paling setia kepada Nabi Muhammad dan prinsip-prinsip Islam. Kepemimpinannya membantu menjaga kesatuan umat Muslim setelah wafatnya Nabi, dan warisan Abu Bakar terus dihormati dalam budaya dan sejarah Islam hingga hari ini.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi