Akurat

Sejarah Turunnya Surah Al-Fatihah Dalam Al-Quran

Thony H | 30 Agustus 2023, 11:20 WIB
Sejarah Turunnya Surah Al-Fatihah Dalam Al-Quran

AKURAT.CO, Surah Al-Fatihah, yang merupakan surah pertama dalam Al-Quran, turun di Makkah sebelum hijrah Nabi Muhammad (SAW) ke Madinah. Ini adalah salah satu surah yang dianggap sangat penting dalam Islam dan sering disebut sebagai "Pembukaan" karena nilainya yang tinggi dalam ibadah Muslim. Surah Al-Fatihah menyoroti keagungan Allah, permohonan untuk petunjuk, serta permohonan pengampunan dan pertolongan.

Tidak ada informasi pasti mengenai tanggal atau peristiwa spesifik saat turunnya Surah Al-Fatihah. Namun, dalam sejarah lisan Islam, diceritakan bahwa Surah ini turun sebagai respons atas permintaan seorang pria non-Muslim yang menantang Nabi Muhammad untuk memberikan bukti kenabian. Surah Al-Fatihah kemudian diwahyukan sebagai jawaban atas tantangan tersebut, menegaskan keesaan Allah dan kemampuannya dalam mengabulkan doa serta memberikan petunjuk kepada manusia.

Surah Al-Fatihah juga memiliki peran penting dalam salat (sembahyang) Muslim. Ini adalah surah yang harus dibaca dalam setiap rakaat dari salat, menandakan pentingnya pesan dan doa yang terkandung di dalamnya dalam hubungan antara manusia dan Allah.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini 7 Nama Lain Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah juga dikenal dengan nama-nama lain seperti "Umm al-Kitab" (Ibu dari Kitab) dan "As-Sab'ul Mathani" (Tujuh Ayat yang Diulang-ulang). Hal ini karena Surah ini adalah inti dari Al-Quran dan memberikan gambaran yang komprehensif tentang ajaran dasar Islam. Di dalamnya, kita menemukan tema-tema seperti penyembahan kepada Allah yang Maha Kuasa, permohonan petunjuk dan hidayah, serta doa untuk meminta ampunan dan pertolongan.

Keistimewaan Surah Al-Fatihah dalam ibadah juga tercermin dalam hadis-hadis Nabi Muhammad (SAW), yang menjelaskan nilai dan pahala besar bagi mereka yang membacanya dengan penuh penghayatan dalam salat. Surah ini juga dianggap sebagai doa yang paling sempurna dan komprehensif, mencakup segala aspek kehidupan dan hubungan manusia dengan Allah.

Dalam keseluruhan konteks sejarah Islam, Surah Al-Fatihah adalah fondasi penting bagi keyakinan dan praktik Muslim. Itu membawa pesan keesaan Allah, kesungguhan dalam mencari petunjuk, serta kerendahan hati dalam memohon ampunan dan bantuan Ilahi.

Baca Juga: Kiai Said Aqil: Alasan 7 Huruf Ini Tidak Ada dalam Surat Al-Fatihah

Karena Surah Al-Fatihah memiliki posisi yang istimewa dalam Islam, banyak ulama dan sarjana Muslim telah memberikan tafsiran dan penjelasan mendalam tentang makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Tafsiran ini membantu umat Islam untuk lebih memahami implikasi spiritual, etika, dan pandangan hidup yang terkandung dalam surah ini.

Penting untuk diingat bahwa Surah Al-Fatihah juga menjadi contoh bagaimana Al-Quran memberikan panduan dan jawaban atas tantangan atau pertanyaan yang muncul dari lingkungan sekitarnya. Tantangan dari pria non-Muslim yang meminta bukti kenabian adalah contoh bagaimana Nabi Muhammad diwahyukan oleh Allah untuk merespons situasi tersebut dengan ayat-ayat yang memiliki kearifan dan kebijaksanaan.

Secara keseluruhan, Surah Al-Fatihah adalah sebuah surah yang memberikan landasan spiritual dan moral bagi umat Islam. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti kepatuhan kepada Allah, kerendahan hati, dan permohonan petunjuk, tetap relevan dan berarti bagi umat Muslim di seluruh dunia hingga saat ini.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi