Waspada! Bahaya Maksiat dan Cara Mencegahnya

AKURAT.CO Sudah menjadi tabiat manusia untuk berbuat kesalahan termasuk bermaksiat kepada Allah SWT. Sebab, dalam diri setiap orang terdapat hawa nafsu yang selalu mengajaknya untuk melakukan perbuatan dosa.
Hanya saja, perlu diketahui bahwa melakukan maksiat apalagi jika terlalu sering dan menganggapnya sepele, maka pelaku akan merasakan akibat-akibat buruk dari apa yang diperbuatnya. Apa saja akibat buruk tersebut? Yuk, simak penjelasannya.
Dilansir NU Online, berikut adalah dampak buruk atau bahaya bagi seseorang yang sering melakukan maksiat.
Disebutkan, orang yang sering melakukan maksiat akan membuat pelakunya lupa dari mengingat Allah, jika lupa dengan Allah maka hatinya akan keras, jik hatinya keras maka akan jauh dari Allah SWT. Sementara orang yang jauh dari Allah akan memperoleh balasan siksa neraka.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Imam al-Harits al-Muhasibi dalam kitab Risalah al-Mustarsyidin halaman 154-155,
وَاعْلَمْ يَا أَخِي أَنَّ الذُّنُوْبَ تُوْرِثُ الْغَفْلَةَ وَالْغَفْلَةُ تُوْرِثُ الْقَسْوَةَ وَالْقَسْوَةُ تُوْرِثُ الْبُعْدَ مِنَ اللهِ وَالْبُعْدُ مِنَ اللهِ يُوْرِثُ النَّارَ وَإِنَمَا يَتَفَكَّرُ فِي هَذِهِ الأَحْيَاءُ وَأَمَّا الأَمْوَاتُ فَقَد أمَاتَوْا أَنْفُسَهُمْ بِحُبِّ الدُّنْيَا
Artinya, “Ketauhilah wahai saudaraku, bahwa dosa-dosa mengakibatkan kelalaian, dan kelalaian mengakibatkan keras (hati), dan keras hati mengakibatkan jauhnya (diri) dari Allah, dan jauh dari Allah mengakibatkan siksaan di neraka. Hanya saja yang memikirkan ini adalah orang-orang yang hidup, adapun orang-orang yang telah mati, sungguh mereka telah mematikan diri mereka dengan mencintai dunia.”
Dari penjelasan Imam al-Harits al-Muhasibi dapat disimpulkan bahwa orang yang sering melakukan perbuatan maksiat akan mendapat balasan siksa neraka. Hal ini juga sudah ditegaskan dalam firman Allah SWT berikut,
وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
Artinya, “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS an-Nisa:14)
Lalu, bagaimana agar seorang hamba terhindar dari perbuatan maksiat?
Menurut Syekh Mustahfa al-Siba’i dalam kitab Hakadza ‘Allamtani al-Hayat, jika seseorang berhasrat untuk melakukan perbuatan maksiat, maka ingatlah Allah. Jika belum berhasil, maka ingatlah akhlak atau moral orang-orang salih.
Jika masih belum berhasil, maka ingatlah bahwa suatu saat perbuatan maksiatmu akan terungkap dan publik mengetahuinya. Jika masih saja belum berhasil, maka ingatlah bahwa ketika seseorang bermaksiat, sesungguhnya ia telah berubah menjadi seekor binatang.
Demikian nasihat dari Syekh Mustahfa al-Siba’i. Semoga kita semua selalu terhindar dari segala perbuatan maksiat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





