Kisah Lucu Abu Nawas: Sebotol Air Susu yang Pemalu

AKURAT.CO, Sebagian besar orang, pasti telah mengenal tokoh yang bernama Abu Nawas. Tentu saja, tokoh tersebut cukup populer dalam sebuah buku yang berjudul 1001 malam.
Abu Nawas merupakan seorang tokoh yang dikisahkan hidup pada zaman pemerintahan khalifah Harun Al-Rasyid. Yang mana, ia memiliki karakter yang cerdik namun jenaka. Sementara pada zaman tersebut, dalam sejarah Islam melahirkan banyak ulama-ulama, cendikiawan, ilmuawan besar, bahkan sampai penyair besar yang karyanya populer sampai saat ini.
Mengenai Abu Nawas sendiri, banyak ditulis tentang kisah-kisahnya, bahkan itu dinilai bermakna, namun menghibur. Tidak jarang kisahnya menceritakan tentang suatu masalah yang kemudian diselesaikan dengan cerdas dan baik oleh Abu Nawas. Yang paling menarik adalah hampir setiap kisahnya yang menceritakan suatu persoalan, itu diselesaikan dengan cara yang tak terduga bahkan tidak dipikirkan oleh banyak orang.
Dalam artikel ini, penulis akan memaparkan sebuah kisah tentang Abu Nawas dan air susu yang pemalu. Simak baik-baik kisahnya berikut ini.
Pada suatu hari, khalifah Harun Al-Rasyid sedang berjalan-jalan di suatu pasar. Tiba-tiba ia memergoki Abu Nawas yang sedang memegang botol berisi anggur.
Sang khalifah pun menegurnya: “Hai Abu Nawas, apa yang tengah kamu pegang itu?”.
“Ini susu Baginda”, jawab Abu Nawas sembari gugup.
“Bagaimana mungkin air susu itu berwarna merah, biasanya kan air susu berwarna putih?”, tanya sang khalifah yang keheranan sembari mengambil botolnya.
“Betul Baginda. Semula air susu ini berwarna putih bersih. Namun, saat melihat Baginda yang gagah rupawan, ia tersipu malu”, jawab Abu Nawas.
Mendengar jawaban Abu Nawas tersebut, sang khalifah pun tertawa terbahak-bahak sambil meninggalkannya dan geleng-geleng kepala.
Demikianlah humor atau kisah singkat mengenai Abu Nawas dan sebotol susu yang pemalu. Semoga melalui kisah lucu dan jenaka tersebut dari Abu Nawas membuat anda terhibur di tengah-tengah masa sulitnya saat ini yang tengah menghadapi wabah pandemi Covid-19 yang tidak menentu kapan berakhirnya. Dan semoga kita semua senantiasa dalam kesehatan serta dijauhkan dari wabah virus Corona tersebut. Amin. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





