Niat Puasa Syaban dan Qadha Ramadhan dalam Bahasa Arab, Indonesia, Jawa dan Sunda

AKURAT.CO Puasa di bulan Syaban sering menjadi momentum refleksi sebelum memasuki Ramadhan. Di bulan ini, banyak umat Islam memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah, termasuk menyelesaikan qadha puasa Ramadhan yang masih tertunda.
Karena itu, pencarian tentang niat puasa Syaban dan qadha Ramadhan terus meningkat, terutama yang disajikan dalam berbagai bahasa daerah agar mudah dipahami masyarakat.
Secara fikih, niat puasa qadha Ramadhan yang dilakukan di bulan Syaban tetap sah dan dibolehkan. Bahkan, ini menjadi pilihan yang bijak karena menggabungkan kewajiban dengan keutamaan waktu. Niat cukup dihadirkan dalam hati sebelum fajar, sementara lafaz hanya berfungsi sebagai penguat kesadaran ibadah.
Berikut ini kumpulan niat puasa Syaban dan qadha Ramadhan dalam bahasa Arab, Indonesia, Jawa, dan Sunda yang bisa dijadikan panduan praktis.
Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syaban (Bahasa Arab)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa fardhu Ramadhan karena Allah Ta‘ala.
Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan (Bahasa Indonesia)
Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan, yang saya lakukan di bulan Syaban, karena Allah Ta’ala.
Niat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasanya adalah qadha Ramadhan, sementara pelaksanaannya berada di bulan Syaban.
Niat Puasa Syaban dan Qadha Ramadhan (Bahasa Jawa)
Niat kula poso sesuk kanggo ngganti poso wajib Ramadhan, ing wulan Syaban, amarga Allah Ta’ala.
Bahasa Jawa yang digunakan bersifat umum dan mudah dipahami, cocok untuk pengajian kampung, madrasah, maupun konten dakwah berbasis lokal.
Niat Puasa Syaban dan Qadha Ramadhan (Bahasa Sunda)
Abdi niat puasa énjing kanggo ngaganti puasa wajib Ramadhan, dina bulan Syaban, ku lantaran Allah Ta’ala.
Redaksi ini sering dipakai dalam lingkungan pesantren dan majelis taklim di wilayah Sunda karena bahasanya lugas dan komunikatif.
Baca Juga: Niat Puasa Syaban dan Qadha Ramadhan di Siang Hari, Ini Hukumnya
Niat Puasa Sunah Syaban (Tanpa Qadha)
Jika seseorang tidak memiliki utang puasa Ramadhan, maka niatnya cukup sebagai puasa sunah Syaban.
Bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ شَعْبَانَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat puasa sunah Syaban karena Allah Ta‘ala.
Bahasa Indonesia:
Saya niat puasa sunah Syaban karena Allah Ta’ala.
Bahasa Jawa:
Niat kula poso sunah Syaban amarga Allah Ta’ala.
Bahasa Sunda:
Abdi niat puasa sunah Syaban ku lantaran Allah Ta’ala.
Baca Juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan dan Senin Kamis, Arab dan Artinya
Penting dipahami bahwa inti niat bukan terletak pada bahasa atau lafaz tertentu, melainkan pada kesadaran hati untuk menjalankan ibadah. Islam tidak membatasi niat dengan satu bahasa, justru memberi ruang agar setiap hamba bisa berniat dengan bahasa yang paling dipahami.
Syaban adalah momen strategis. Ia bukan sekadar bulan pengantar, tetapi ruang evaluasi sebelum Ramadhan. Menyelesaikan qadha puasa di bulan ini sambil meraih keutamaannya adalah langkah cerdas secara spiritual. Jadi, mau pakai bahasa Arab, Jawa, Sunda, atau Indonesia, yang penting puasanya jalan, niatnya lurus, dan komitmennya konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









