Akurat

Kapan Saja Waktu Puasa Rajab? Catat Tanggalnya secara Lengkap!

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Desember 2025, 09:00 WIB
Kapan Saja Waktu Puasa Rajab? Catat Tanggalnya secara Lengkap!

AKURAT.CO Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Islam, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Bulan ini memiliki keistimewaan karena di dalamnya umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk puasa sunnah. Pertanyaannya kemudian, kapan saja waktu puasa Rajab boleh dilakukan, dan apakah ada tanggal-tanggal tertentu yang lebih utama?

Secara prinsip, puasa Rajab dapat dilakukan kapan saja sepanjang bulan Rajab. Tidak ada satu hari tertentu yang diwajibkan atau ditetapkan secara khusus sebagai puasa Rajab. Artinya, sejak awal hingga akhir bulan Rajab, seorang Muslim boleh melaksanakan puasa sunnah selama tidak bertepatan dengan hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Dalil umum tentang keutamaan bulan-bulan haram terdapat dalam firman Allah Swt.:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah: 36).

Baca Juga: Niat Puasa Rajab Sekaligus Puasa Senin Kamis, Ini Hukum dan Tata Caranya

Ayat ini menjadi dasar bahwa amal kebajikan di bulan haram, termasuk Rajab, memiliki nilai yang lebih besar dibanding bulan-bulan biasa.

Secara lengkap, waktu puasa Rajab mencakup seluruh tanggal dalam bulan Rajab, yaitu dari 1 Rajab hingga 29 atau 30 Rajab, tergantung penetapan kalender hijriah. Dalam rentang waktu ini, seorang Muslim bebas memilih hari puasa sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Selain puasa di hari apa saja, para ulama juga menyebutkan beberapa pilihan waktu puasa Rajab yang sering diamalkan karena memiliki landasan keutamaan dari dalil umum puasa sunnah, bukan karena kekhususan Rajab semata.

Pertama, puasa Senin dan Kamis. Puasa ini dianjurkan sepanjang tahun, termasuk di bulan Rajab. Rasulullah Saw. bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, dan aku suka ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan berpuasa. (HR. Tirmidzi)

Kedua, puasa Ayyamul Bidh, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 Rajab. Puasa ini juga merupakan puasa sunnah rutin bulanan yang dianjurkan Rasulullah Saw., sehingga sangat baik jika dikerjakan di bulan Rajab.

Ketiga, puasa berselang atau puasa mutlak sunnah. Artinya, seseorang boleh berpuasa beberapa hari di awal Rajab, pertengahan, atau akhir bulan tanpa terikat pola tertentu. Selama niatnya puasa sunnah, maka puasanya sah dan berpahala.

Baca Juga: Puasa Rajab Berapa Hari? Cek Jadwal Puasa Rajab 2025 dan Bacaan Niatnya

Perlu dicatat, para ulama menegaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang secara khusus menetapkan satu tanggal tertentu di bulan Rajab sebagai puasa paling utama, seperti tanggal 1 Rajab atau 27 Rajab. Oleh karena itu, penentuan hari puasa Rajab sebaiknya didasarkan pada dalil umum puasa sunnah dan kemampuan pribadi, bukan pada keyakinan adanya keutamaan khusus pada tanggal tertentu tanpa dasar yang kuat.

Kesimpulannya, waktu puasa Rajab terbuka sepanjang bulan, dari tanggal 1 hingga akhir Rajab. Puasa dapat dilakukan kapan saja, baik di hari Senin dan Kamis, pada Ayyamul Bidh tanggal 13–15 Rajab, maupun di hari lain sesuai kesempatan. Yang terpenting, puasa Rajab diniatkan sebagai ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., dengan tetap menjaga pemahaman yang lurus dan proporsional sesuai tuntunan syariat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.