Meninggal karena Demo Memperjuangkan Hak Menurut Islam

AKURAT.CO Aksi demonstrasi kerap menjadi sarana masyarakat menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak yang dianggap belum terpenuhi. Namun dalam beberapa peristiwa, tak jarang muncul korban luka bahkan meninggal dunia.
Pertanyaan pun muncul di tengah publik: bagaimana pandangan Islam terhadap orang yang meninggal dalam demonstrasi memperjuangkan hak?
Para ulama menegaskan bahwa Islam menghormati perjuangan menegakkan keadilan dan menolak kezhaliman. Dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim disebutkan, Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik jihad adalah perkataan yang benar di hadapan penguasa yang zalim.”
Hadis ini sering dijadikan dasar legitimasi moral bahwa menyuarakan kebenaran dan menolak ketidakadilan merupakan bagian dari jihad.
Baca Juga: Bertemu Prabowo, Quraish Shihab: Tuntutan 17+8 Dipahami dan Diterima
Ketika seseorang ikut dalam demonstrasi dengan niat lurus, yakni memperjuangkan keadilan, melawan penindasan, dan membela kepentingan masyarakat luas, maka perjuangannya bernilai ibadah di sisi Allah.
Jika kemudian ia meninggal dunia dalam proses tersebut, sebagian ulama memandang kematiannya dapat dikategorikan sebagai mati syahid.
Imam an-Nawawi dalam syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa orang yang wafat dalam keadaan membela kebenaran, meski bukan di medan perang, tetap mendapatkan derajat mulia di sisi Allah.
Meski demikian, Islam juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban, menghindari kerusakan, dan tidak melibatkan tindakan anarkis. Al-Qur’an dalam surah Al-Baqarah ayat 195 mengingatkan, “Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Artinya, perjuangan harus dilakukan dengan cara yang bijak, menghindari mudarat yang lebih besar.
Dengan demikian, meninggal karena demonstrasi memperjuangkan hak menurut Islam bergantung pada niat, tujuan, dan cara yang ditempuh. Jika niatnya membela keadilan dan hak-hak masyarakat, maka itu adalah amal yang tinggi nilainya.
Baca Juga: Apa Saja Sistem Transaksi Keuangan yang Menguntungkan dan Dibolehkan dalam Islam?
Namun jika dilakukan dengan cara-cara yang melanggar syariat, maka kemuliaan perjuangan itu bisa ternodai. Islam selalu mendorong umatnya untuk memperjuangkan kebenaran, sekaligus menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








