Mandi Gerhana Bulan untuk Ibu Hamil, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

AKURAT.CO Fenomena gerhana bulan kerap dikaitkan dengan berbagai tradisi di masyarakat, salah satunya keyakinan bahwa ibu hamil harus melakukan mandi gerhana. Tradisi ini dipercaya memberi pengaruh terhadap keselamatan ibu maupun bayi dalam kandungan.
Namun, bagaimana pandangan Islam mengenai mandi gerhana bulan khusus bagi ibu hamil?
Menurut kajian fikih, tidak ditemukan dasar syariat dalam Al-Qur’an, hadis, maupun pendapat ulama yang secara khusus menganjurkan ibu hamil mandi saat gerhana. Anjuran mandi gerhana hanya bersifat umum bagi kaum muslimin, tanpa pembedaan antara ibu hamil dan lainnya.
Hal ini dijelaskan dalam kitab Kifayatul Akhyar karya Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini, yang mengutip pendapat Syaikh Abu Syuja’:
فَضْلٌ: وَ الْأَغْسَالُ الْمَسْنُوْنَةُ سَبْعَةَ عَشَرَ غُسْلًا: الْجُمُعَةُ، وَ الْعِيْدَانِ، وَ الْاِسْتِسْقَاءُ، وَ الْكُسُوْفُ، وَ الْخُسُوْفُ.
Artinya: “Mandi-mandi yang disunahkan ada tujuh belas. Yaitu mandi Jumat, mandi dua hari raya, mandi istisqa’, mandi gerhana matahari, dan mandi gerhana bulan.”
Baca Juga: Doa saat Melihat Gerhana Bulan Total di Langit Indonesia, agar Selamat Dunia dan Akhirat
Dengan demikian, Islam tidak mengenal praktik mandi gerhana yang dikhususkan untuk ibu hamil. Tradisi ini lebih tepat dipahami sebagai kebiasaan turun-temurun di sejumlah daerah, bukan sebagai tuntunan agama.
Sementara itu, amalan yang benar-benar dianjurkan saat gerhana bulan adalah salat sunah khusuf, memperbanyak doa, dan berzikir. Allah SWT berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمْرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS Fushshilat: 37).
Baca Juga: 5 Fakta tentang Gerhana Bulan Total, Nomor 3 Banyak Orang Tidak Tahu!
Rasulullah SAW juga bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ.
Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan itu adalah dua tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari dan bulan bukanlah karena kematian atau kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika engkau melihatnya, ingatlah dan berzikirlah kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa mandi gerhana bagi ibu hamil tidak memiliki dasar syariat. Yang dianjurkan dalam Islam ketika gerhana adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui salat, doa, dan zikir, bukan ritual khusus yang bersumber dari mitos atau kepercayaan turun-temurun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








