Mengenal Rebo Wekasan: Pengertian, Jadwal, dan Kumpulan Amalan

AKURAT.CO Di tengah kehidupan modern, tradisi Rebo Wekasan masih lekat di hati sebagian masyarakat, khususnya di Jawa.
Hari ini dipercaya sebagai “Rabu terakhir” di bulan Safar, bulan kedua dalam penanggalan Hijriah, yang kerap dianggap penuh ujian.
Bagi sebagian orang, Rebo Wekasan diyakini sebagai waktu diturunkannya ribuan musibah ke bumi.
Baca Juga: Rebo Wekasan Adalah? Ini Respons Hadis Nabi terhadap Mitos-mitos Rebo Wekasan!
Karena itulah, berbagai amalan dilakukan mulai dari doa keselamatan, salat sunnah, hingga sedekah sebagai wujud ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT.
Lantas, apa sebenarnya Rebo Wekasan itu dan bagaimana sebaiknya kita menyikapinya? Berikut ini informasi selengkapnya mulai dari pengertian, jadwal, hingga kumpulan amalan.
Pengertian Rebo Wekasan: Tradisi dan Akulturasi Budaya
Secara bahasa, “Rebo” berarti Rabu, sementara “Wekasan” bermakna terakhir. Gabungan keduanya merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar.
Keyakinan tentang turunnya bala pada hari itu diwariskan dari ulama dan masyarakat terdahulu, lalu menyatu dengan nilai-nilai Islam hingga melahirkan tradisi tolak bala.
Meski dalam ajaran Islam tidak ada dalil khusus tentang hari sial di bulan Safar, ibadah yang dilakukan pada Rebo Wekasan tetaplah bagian dari amal baik: berdoa, memperbanyak zikir, dan menebar kebaikan.
Jadwal Rebo Wekasan 2025
Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama RI, Rebo Wekasan 2025 bertepatan dengan:
Rabu, 20 Agustus 2025
Adapun malam Rebo Wekasan dimulai sejak matahari terbenam (Maghrib) pada hari sebelumnya, yaitu Selasa, 19 Agustus 2025.
Kumpulan Amalan Rebo Wekasan
Meskipun tidak ada amalan khusus yang diwajibkan, memperbanyak ibadah pada hari ini adalah hal yang sangat dianjurkan.
Berikut adalah beberapa amalan yang umum dilakukan dan doa-doa yang dapat Anda panjatkan:
- Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali
- Membaca doa keselamatan
- Memperbanyak istighfar dan zikir
- Melaksanakan salat sunnah, seperti salat hajat
- Bersedekah kepada fakir miskin
Tradisi Rebo Wekasan pun menjadi bukti bagaimana kearifan lokal berbaur dengan ajaran Islam, menghadirkan harmoni antara budaya dan spiritualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









