Akurat

Kalender Jawa Weton Hari Ini, Minggu 29 Juni 2025

Fajar Rizky Ramadhan | 29 Juni 2025, 10:30 WIB
Kalender Jawa Weton Hari Ini, Minggu 29 Juni 2025

AKURAT.CO Weton merupakan salah satu unsur budaya Jawa yang hingga kini masih dijaga dan diyakini sebagian masyarakat sebagai bagian penting dalam menata kehidupan. Tak sekadar penanda hari lahir, weton juga dipercaya sebagai petunjuk watak, nasib, hingga kecocokan jodoh seseorang.

Tradisi weton lahir dari perhitungan khas kalender Jawa yang menggabungkan dua sistem penanggalan: Saptawara (tujuh hari dalam seminggu seperti Ahad hingga Sabtu) dan Pasaran (lima hari Jawa: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Gabungan dari kedua unsur ini menghasilkan 35 kemungkinan kombinasi weton yang berbeda.

Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada hari Selasa Kliwon memiliki nilai weton yang diperoleh dengan menjumlahkan nilai Selasa (3) dan Kliwon (8), menjadi 11. Nilai tersebut disebut neptu, dan menjadi dasar untuk berbagai perhitungan seperti menentukan watak, hari baik pernikahan, hingga masa cocok untuk bertani atau pindah rumah.

Weton dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam praktiknya, weton sering digunakan untuk menentukan tanggal pernikahan yang dianggap membawa keberuntungan atau menghindari kesialan. Selain itu, weton juga menjadi acuan saat menggelar acara selamatan, pindahan rumah, dan kegiatan penting lainnya. Bahkan, ada sebagian masyarakat yang masih menjadikan kecocokan weton sebagai syarat pertimbangan dalam lamaran pernikahan.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam 1447 H, Kiswah Ka'bah Diganti dengan Kain Baru Senilai Ratusan Miliar

Weton juga dipakai dalam membaca fenomena alam atau kejadian luar biasa, sebuah praktik yang dalam bahasa Jawa disebut moco ing waksito — membaca waktu dan tanda sebagai upaya memahami masa depan.

Karakter Berdasarkan Hari Kelahiran

Budaya Jawa mengaitkan pengaruh alam semesta terhadap sifat seseorang berdasarkan hari kelahirannya. Beberapa karakter umum yang diyakini berdasarkan hari lahir antara lain:

  • Minggu: dipengaruhi matahari, cenderung berwibawa dan penuh kasih.

  • Senin: dipengaruhi bulan, ikhlas, adil, dan komunikatif.

  • Selasa: diasosiasikan dengan unsur api, cenderung boros, mudah bosan, dan sulit bergaul.

  • Rabu: dikaitkan dengan bumi, berani menanggung risiko dan tegas.

  • Kamis: terkait dengan angin dan petir, emosional, sulit bergaul.

  • Jumat: dipengaruhi bintang, ramah, cerdas, dan dermawan.

  • Sabtu: unsur air, pekerja keras dan penuh akal, meski kadang tertutup.

Kalender Jawa dan Siklus Tahun Sewindu

Sistem kalender Jawa juga mengadopsi struktur bulan Hijriah dalam penyebutannya, namun menambahkan sistem tahun yang berputar setiap delapan tahun sekali (sewindu). Ini berarti setiap delapan tahun, siklus tahun kembali pada urutan semula. Sistem ini digunakan untuk berbagai keperluan agraria tradisional seperti menentukan waktu tanam, musim panen, dan siklus air.

Antara Tradisi dan Tantangan Modern

Kepercayaan terhadap weton, meski dinilai tidak rasional oleh sebagian kalangan modern, tetap menjadi bagian dari kearifan lokal yang hidup berdampingan dengan agama dan pengetahuan modern. Di sisi lain, sebagian ulama dan pemuka agama menilai penggunaan weton untuk meramal nasib atau jodoh bisa menjurus pada bentuk keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran tauhid murni.

Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2025? Ini Penjelasan Kalender Jawa dan Weton yang Perlu Dicermati

Namun, jika dimaknai sebagai tradisi budaya yang mengandung nilai historis dan sosial — bukan sebagai doktrin keyakinan mutlak — maka weton tetap bisa dihargai sebagai salah satu ekspresi kekayaan kultural masyarakat Jawa.

Tradisi weton hingga kini masih memiliki tempat dalam hati sebagian masyarakat, menjadi pengingat tentang asal-usul, hubungan manusia dengan waktu, dan warisan nenek moyang yang mengajarkan harmoni antara manusia dan alam semesta.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.