Gerhana Bulan Total Maret 2025, Indonesia Kebagian Pemandangan Langka Ini atau Tidak?

AKURAT.CO Fenomena langka gerhana bulan total diprediksi terjadi pada 13-14 Maret 2025. Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan keindahan "Blood Moon" ini.
Berdasarkan laporan Space, Amerika Utara menjadi wilayah terbaik untuk menikmati peristiwa astronomi spektakuler ini, sementara sebagian Eropa juga mendapat kesempatan melihat sebagian gerhana.
Gerhana bulan total ini menjadi yang pertama sejak November 2022 dan merupakan awal dari tiga gerhana bulan total yang akan terjadi hingga 2026.
Pada malam gerhana, bulan purnama yang dikenal dengan sebutan "Worm Moon" akan berubah warna menjadi oranye kemerahan, menciptakan tampilan khas yang disebut Blood Moon.
Kenapa Gerhana Bulan Terjadi?
Gerhana bulan total terjadi saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, membuat Bulan melewati bayangan inti (umbra) Bumi.
Efek Blood Moon muncul karena pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi, sehingga cahaya yang mencapai permukaan Bulan berwarna merah.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total, Ini Doa yang Dianjurkan saat Melihatnya
Wilayah yang Beruntung Menyaksikan Gerhana
Hanya sekitar 13% populasi dunia yang berkesempatan melihat gerhana bulan total ini. Kota-kota seperti New York, Los Angeles, Toronto, São Paulo, dan Buenos Aires akan menikmati pemandangan terbaik.
Beberapa wilayah di Eropa dan Asia seperti Tokyo, Sydney, dan Seoul hanya dapat menyaksikan sebagian gerhana.
Jadwal Gerhana Bulan Total
Gerhana akan berlangsung pada 14 Maret 2025 mulai pukul 03.57 hingga 10.00 UTC (Waktu Universal Terkoordinasi), dengan fase totalitas selama 65 menit. Berikut tahapan waktunya:
- Awal Penumbra: 03.57 UTC
- Awal Gerhana Sebagian: 05.09 UTC
- Awal Gerhana Total: 06.26 UTC
- Puncak Gerhana: 06.58 UTC
- Akhir Gerhana Total: 07.31 UTC
- Akhir Gerhana Sebagian: 08.47 UTC
- Akhir Penumbra: 10.00 UTC
Baca Juga: Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025, Fenomena Blood Moon yang Langka
Meskipun Indonesia tak dapat menyaksikan langsung fenomena ini, perkembangan dan visualnya tetap bisa diikuti melalui siaran langsung dan media internasional.
Jadi, siapkan waktu untuk menikmati keajaiban semesta ini, meski hanya dari layar kaca.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia







